Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk kini tancap gas memperkuat penetrasi bisnis ritel dan sektor usaha kecil menengah (SME) di tengah dinamika ekonomi global.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui rangkaian Synergy Roadshow 2026 yang menyasar enam kota besar di Indonesia sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menyatakan bahwa fokus pada segmen ritel dan SME terbukti lebih resilien dalam menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan.
“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional,” ujar Imam dalam keterangan resminya, Rabu (8/7).
Data perusahaan menunjukkan performa positif pada segmen tersebut, di mana pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak hingga 11 kali lipat menjadi Rp1,7 triliun per Maret 2026.
Pada periode yang sama, outstanding pembiayaan SME juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 33 persen dengan nilai mencapai Rp3,1 triliun.
Dalam rangkaian roadshow yang menyambangi Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan ini, Bank Muamalat turut menggandeng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Kolaborasi ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi bisnis sekaligus mengevaluasi kinerja di seluruh kantor wilayah dan cabang.
Imam menjelaskan bahwa sinergi dengan BPKH menjadi kunci untuk memperluas ekosistem haji dan umrah yang memiliki efek berganda bagi ekonomi nasional.
“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah,” tambahnya.
Salah satu wujud nyata sinergi tersebut adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia untuk mendukung digitalisasi transaksi jemaah di Tanah Suci.
Selain itu, akses pendaftaran haji kini dipermudah melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN, kantor cabang, hingga jaringan PT Pos Indonesia.
Bank Muamalat juga telah ditunjuk oleh BPKH sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodian.
Melalui penguatan kapabilitas digital dan jejaring ini, perusahaan optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat peran ekonomi syariah bagi kemaslahatan umat.




















