IHSG Anjlok ke 5.873, Rupiah Melemah Tembus Rp18.014 per Dolar AS

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual masif pada perdagangan Rabu (8/7), yang mengakibatkan indeks utama bursa domestik tersebut terperosok dalam ke zona merah.

Sentimen negatif menyelimuti pasar sepanjang hari, memaksa indeks ditutup anjlok 113,12 poin atau setara dengan 1,89% ke level 5.873,37.

Kondisi serupa juga dialami oleh indeks LQ45 yang mencerminkan saham-saham berkapitalisasi besar.

Indeks unggulan tersebut terkoreksi tajam sebesar 2,02% dan harus parkir di posisi 582,884 saat sesi perdagangan berakhir.

Aktivitas perdagangan hari ini tercatat cukup padat dengan total nilai transaksi mencapai Rp10,23 triliun.

Volume saham yang berpindah tangan di pasar reguler maupun negosiasi mencapai 21,66 miliar lembar.

Frekuensi transaksi yang terjadi di lantai bursa menyentuh angka 1,95 juta kali sepanjang hari.

Tekanan pada pasar modal ini berbanding lurus dengan pelemahan nilai tukar mata uang domestik.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau merosot 0,19% atau kehilangan 34 poin ke level Rp18.014 per dolar AS.

Kondisi pasar saham regional Asia juga menunjukkan dinamika yang bervariasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, indeks Nikkei 225 di Jepang mencatatkan penurunan signifikan sebesar 2,12% ke level 66.819,05.

Sementara itu, indeks SSE Composite di China juga ikut tertekan dengan koreksi sebesar 0,48% ke level 3.970,88.

Di sisi lain, beberapa bursa regional mampu melawan arus dan ditutup di zona hijau.

Indeks Hang Seng di Hong Kong berhasil menguat 2,98% ke level 24.199,46.

Indeks Straits Times di Singapura pun menyusul dengan kenaikan sebesar 0,86% ke level 5.388,03.

Di pasar domestik, meskipun indeks secara keseluruhan tertekan, sejumlah saham tetap mampu mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.

Daftar top gainers dipimpin oleh JECX yang melesat 25,00% ke level 1.950 per lembar saham.

Disusul oleh JELI yang naik 24,89% ke posisi 1.405, serta MMIX yang menguat 24,51% ke angka 635.

Saham BACH juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 24,43% ke level 550.

KOKA menutup daftar lima besar saham dengan performa terbaik setelah naik 22,95% ke level 150.

Sebaliknya, tekanan jual yang tinggi membuat beberapa saham mengalami koreksi tajam.

BAPA memimpin daftar top losers dengan penurunan 14,98% ke level 386.

Saham BIPP dan LAND masing-masing melemah 14,29% ke level 60.

RODA menyusul dengan koreksi 13,43% ke level 58, sementara NTBK turun 13,33% ke level 78.

Investor lebih banyak memfokuskan modalnya pada saham perbankan dan emiten besar berdasarkan nilai transaksi.

BBCA mencatatkan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp1,12 triliun, diikuti oleh BBRI dengan nilai Rp708,34 miliar.

MAPI mencatatkan transaksi Rp471,00 miliar, EMMI sebesar Rp455,44 miliar, dan BMRI senilai Rp424,46 miliar.

Secara volume, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan total 10,39 juta lembar saham.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar