Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kini memperluas akses program Magang Hub bagi kelompok profesi serta penyandang disabilitas pada angkatan kedua.
Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan kerja yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa pihaknya tetap mematuhi aturan kuota penyerapan tenaga kerja disabilitas.
“Kalau untuk swasta, 1 persen. Kalau untuk negara, kementerian/lembaga, 2 persen,” ujar Afriansyah.
Ia mencatat bahwa pada angkatan pertama, program ini telah berhasil menyerap lebih dari 100 peserta penyandang disabilitas.
Para peserta tersebut berasal dari berbagai kategori, mulai dari disabilitas fisik hingga tunarungu yang ditempatkan sesuai dengan minat dan spesifikasi bidang pekerjaan mereka.
Afriansyah mencontohkan, banyak penyandang disabilitas yang kini sukses bekerja sebagai staf layanan call center di sektor perbankan dengan standar gaji yang setara.
“Ternyata disabilitas itu banyak di bank-bank sebagai call center. Mereka bekerja sebagai call center, gajinya sama,” ungkapnya.
Selain disabilitas, Kemnaker juga membuka pintu bagi lulusan profesi seperti apoteker dan perawat untuk mengikuti program Magang Hub angkatan kedua.
Kebijakan ini diterapkan agar para lulusan profesi dapat memperoleh pengalaman kerja praktis sebelum terjun sepenuhnya ke dunia profesional.
“Nah sekarang kita membuka profesi. Angkatan kedua ini profesi kita buka, seperti apoteker, kemudian perawat,” pungkasnya.






















