Kisah Liu Debing Membangun Raksasa AI Pesaing OpenAI

Liu Debing, pendiri Zhipu AI, raih kekayaan US$26 miliar, bawa perusahaan AI ini sukses di bursa amid sanksi AS dan ekspansi riset teknologi maju.
liu-debing,-bos-ai-china-pesaing-openai-yang-berharta-rp470-t
Liu Debing, Bos AI China Pesaing OpenAI yang Berharta Rp470 T

Beijing – Dominasi Zhipu AI dalam kancah teknologi global kini menempatkan pendirinya, Liu Debing, ke dalam jajaran elit orang terkaya di dunia.

Data Forbes mencatat kekayaan Liu saat ini mencapai US$26 miliar atau setara Rp470,09 triliun.

Angka fantastis tersebut mengantarkan pria berusia 50 tahun ini menduduki peringkat ke-93 dalam daftar orang terkaya di dunia.

Kesuksesan Liu tidak lepas dari keputusannya membawa Zhipu AI melantai di bursa saham Hong Kong pada awal 2026.

Perusahaan tersebut berhasil menghimpun dana segar sebesar US$560 juta melalui penawaran saham perdana.

Terbaru, Zhipu AI kembali mendapatkan suntikan modal sebesar US$4 miliar melalui penjualan saham sekunder.

Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk riset, pengembangan kapasitas komputasi, serta ekspansi bisnis strategis.

Langkah agresif ini dilakukan di tengah ketegangan geopolitik, di mana Pemerintah Amerika Serikat sempat memasukkan Zhipu AI ke dalam daftar hitam perdagangan pada 2025.

Gedung Putih menuding perusahaan tersebut berkontribusi pada kemajuan militer China melalui pengembangan cip dan riset AI tingkat lanjut.

Meski ditekan sanksi, Liu tetap melaju dengan meluncurkan model open source GLM 5.2 pada Juni lalu.

Inovasi ini memicu kehebohan di Silicon Valley karena performanya yang mumpuni dengan biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan kompetitor dari Barat.

“Model ini dapat diunduh, disesuaikan, dan dijalankan langsung di server internal perusahaan secara gratis,” tulis laporan tersebut.

Respons pasar terhadap teknologi ini sempat mendorong kapitalisasi pasar Zhipu AI menembus angka US$128 miliar.

Kisah sukses Liu bermula dari latar belakang akademisi yang kuat sebagai lulusan doktor dari Akademi Ilmu Pengetahuan China pada 2007.

Ia kemudian mendirikan Zhipu AI pada 2019 bersama rekan penelitinya di Universitas Tsinghua, Tang Jie dan Li Juanzi.

Tujuan awal mereka adalah mengomersialkan aset komputasi universitas yang kemudian menarik minat investor besar seperti Alibaba dan Tencent.

Hingga kini, Liu dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dan jarang mengekspos kehidupan pribadinya ke publik.

Rekomendasi