Jakarta – Tencent Cloud resmi memperluas jangkauan bisnis kecerdasan buatan atau AI agent ke pasar internasional dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat ekspansi utama.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui peluncuran tiga solusi AI berbasis agen dalam ajang AI Executive Day di Jakarta, Selasa (14/7).
Tiga inovasi tersebut mencakup WorkBuddy untuk produktivitas kerja, Design Miora untuk kebutuhan kreatif, dan TokenHub sebagai platform pengelolaan model bahasa besar atau large language model (LLM).
Teknologi ini dikembangkan untuk melampaui kapabilitas chatbot konvensional yang selama ini hanya berfungsi sebagai pemberi jawaban.
Vice President of Tencent Cloud sekaligus Vice President of APAC Tencent Cloud International, Jimmy Chen, menilai bahwa industri di Indonesia kini tengah bertransisi dari fase uji coba menuju implementasi AI yang lebih konkret.
“Perusahaan di Indonesia semakin berupaya untuk beranjak dari tahap uji coba AI menuju implementasi nyata,” ujar Jimmy dikutip dari siaran pers perusahaan, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, kebutuhan pasar saat ini menuntut sistem yang mampu menyelesaikan pekerjaan secara end-to-end.
Agen AI dirancang agar mampu memahami tujuan pengguna, menyusun langkah kerja, hingga mengeksekusi tugas secara otomatis tanpa campur tangan manual yang berlebihan.
“AI agent bukan hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat memahami tujuan pengguna, menyusun langkah-langkah yang diperlukan, menggunakan berbagai alat, lalu menyelesaikan tugas secara otomatis,” jelas Jimmy.
Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan fokus karyawan pada aspek inovasi dan pengambilan keputusan strategis.
Data riset EY yang dipublikasikan pada April 2026 menunjukkan bahwa 57% perusahaan di Indonesia telah menempatkan AI sebagai prioritas utama dalam satu tahun mendatang.
Selain itu, sekitar 66% perusahaan menyatakan rencana untuk memperkuat fokus pada teknologi agentic AI guna mendukung operasional bisnis mereka.
Solusi WorkBuddy sendiri diklaim telah menarik lebih dari 8,85 juta pengguna aktif bulanan pada bulan pertama peluncurannya di Cina.
Platform ini memungkinkan integrasi dengan berbagai alat kerja seperti Discord, Slack, dan Telegram untuk koordinasi tugas di bidang hukum, keuangan, hingga pemasaran.
Sementara itu, Design Miora hadir untuk memangkas durasi produksi konten kreatif yang semula memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya hitungan jam.
Di sisi lain, TokenHub menawarkan efisiensi biaya bagi perusahaan dalam mengelola konsumsi token serta akses ke berbagai model AI melalui satu pintu API gateway.
Ekspansi ini turut dibarengi dengan kemitraan strategis antara Tencent Cloud dan XLSmart.
Kerja sama ini difokuskan pada transformasi infrastruktur cloud skala besar pasca-merger antara XL Axiata dan Smartfren.
Chief Information Officer XLSmart, Yessie D. Yosetya, menyatakan bahwa momen merger menjadi kesempatan krusial untuk melakukan modernisasi sistem teknologi informasi perusahaan.
“Seperti merger pada umumnya, saya rasa tugas pertama seorang CIO adalah melihat keseluruhan lanskap sistem dan melakukan konsolidasi,” kata Yessie.
Ia menambahkan bahwa terdapat dua faktor utama dalam pemilihan mitra cloud, yakni kelengkapan fitur dan kemampuan migrasi dengan gangguan seminimal mungkin.
“Aplikasi-aplikasi ini merupakan aplikasi yang sangat kritis dan digunakan langsung oleh pelanggan kami,” ujar Yessie.
Pemanfaatan teknologi AI dari Tencent Cloud diharapkan mampu mempercepat efisiensi operasional XLSmart dalam mengelola sistem yang terintegrasi.
























