Smelter Freeport Perkuat Struktur Ekonomi dan Rantai Pasok Nasional

Smelter Freeport di JIIPE dorong ekonomi lokal, ciptakan lapangan kerja, kembangkan UMKM, dan perkuat hilirisasi tembaga nasional untuk stabilkan rantai pasok industri manufaktur.

Rayhan Akhari

efek-domino-smelter-freeport:-ekonomi-dan-rantai-pasok-berkelanjutan
Efek Domino Smelter Freeport: Ekonomi dan Rantai Pasok Berkelanjutan

Gresik – Kehadiran smelter PT Freeport Indonesia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) kini menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus penopang utama kemandirian industri nasional.

Megaproyek ini berhasil menciptakan ekosistem mandiri yang menghidupkan sektor UMKM di sekitar wilayah operasional melalui lonjakan permintaan kebutuhan harian dan logistik.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa dampak nyata investasi ini terletak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi inklusif bagi masyarakat sekitar.

“Investasi smelter Freeport ini bukan hanya soal angka triliunan rupiah, yang paling penting adalah penciptaan lapangan kerja dan bagaimana UMKM di sekitar Gresik ikut tumbuh menjadi penyuplai kebutuhan harian,” ujar Bahlil.

Di sisi lain, operasional smelter dengan kapasitas tiga juta ton per tahun ini menjadi kunci stabilitas rantai pasok material strategis bagi industri manufaktur dalam negeri.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, memastikan bahwa fasilitas ini akan segera beroperasi penuh untuk mendukung hilirisasi tembaga.

“Kira-kira bulan September akan produksi, Agustus sudah mulai olah konsentrat lagi,” tegas Tony.

Keberadaan smelter ini juga berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara melalui sektor pertambangan mineral dan batubara.

Kementerian ESDM mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah mencapai Rp56 triliun hingga pertengahan Mei 2026.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut penyelesaian smelter ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat kapasitas pemurnian konsentrat tembaga domestik.

“Kehadirannya menjadi salah satu tonggak penting untuk memperkuat kapasitas pemurnian konsentrat tembaga dalam negeri,” ungkap Tri.

Pemerintah kini mendorong agar sinergi antara pelaku industri dan masyarakat lokal terus terjaga sebagai cetak biru hilirisasi nasional.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah paradigma Indonesia dari negara eksportir bahan mentah menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global.

Rekomendasi