IHSG Sesi I Menguat ke 6.067, Investor Catatkan Net Buy Rp54,47 Miliar

IHSG Sesi I Menguat ke 6.067, Investor Catatkan Net Buy Rp54,47 Miliar

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Rabu (15/7/2026), dengan penguatan signifikan sebesar 0,47 persen ke posisi 6.067.

Aksi borong investor asing menjadi motor penggerak utama di balik kenaikan indeks pada sesi pertama hari ini.

Data dari Sinarmas Sekuritas mencatat nilai beli bersih atau net buy asing mencapai Rp 54,47 miliar.

Total nilai pembelian yang dilakukan investor asing tercatat sebesar Rp 1,78 triliun.

Sementara itu, aksi jual atau foreign sell oleh investor asing berada di angka Rp 1,73 triliun.

Secara keseluruhan, pasar mencatatkan volume transaksi sebesar 18,41 miliar saham.

Nilai transaksi yang dibukukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyentuh angka Rp 6,23 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat cukup ramai dengan 1,23 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar IHSG hingga penutupan sesi pertama ini berhasil mencapai Rp 10.622 triliun.

Sebanyak 360 saham terpantau bergerak di zona hijau.

Di sisi lain, sebanyak 236 saham mengalami koreksi harga.

Sisanya, 197 saham tercatat stagnan tanpa perubahan harga.

Sektor bahan baku menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan indeks dengan penguatan mencapai 1,40 persen.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu pendorong utama di sektor tersebut.

Saham berkode ANTM ini melesat 5,14 persen ke level harga Rp 3.070.

Secara sektoral, sembilan dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI mencatatkan kinerja positif.

Tren penguatan ini sejalan dengan kondisi bursa saham di kawasan Asia yang mayoritas berada di zona hijau.

Indeks Nikkei mencatatkan kenaikan cukup tinggi sebesar 1,25 persen.

Indeks Hang Seng menyusul dengan penguatan sebesar 1,49 persen.

Indeks Straits Times juga turut menguat sebesar 0,92 persen.

Berbeda dengan tren regional lainnya, indeks Shanghai Composite justru tergelincir 0,35 persen.

Dalam jajaran saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memimpin dengan kenaikan 24,71 persen ke level Rp 424.

PT Bank Jago Tbk (ARTO) menyusul dengan apresiasi harga sebesar 9,48 persen ke posisi Rp 1.270.

Sementara itu, jajaran saham dengan penurunan terdalam (top losers) diisi oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang merosot 7,37 persen ke harga Rp 1.005.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga mengalami pelemahan sebesar 4,79 persen ke level Rp 1.390.

Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) melengkapi daftar top losers dengan koreksi sebesar 3,63 persen ke level Rp 1.595.

Kinerja positif IHSG pada sesi pertama ini menunjukkan optimisme pelaku pasar yang masih terjaga di tengah fluktuasi regional.

Para investor diperkirakan masih akan mencermati pergerakan nilai tukar dan sentimen global pada sesi perdagangan kedua nanti.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar