Jakarta – Bursa Efek Indonesia mencatatkan fluktuasi kinerja pada sejumlah saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 sepanjang perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.
Aktivitas pasar modal menunjukkan peningkatan likuiditas yang signifikan dengan total nilai transaksi mencapai Rp16,3 triliun.
Angka tersebut mencerminkan kenaikan dibandingkan nilai transaksi pada hari sebelumnya yang berada di level Rp13,4 triliun.
Minat investor asing terhadap pasar saham domestik terpantau masih cukup kuat.
Data bursa menunjukkan investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp638,0 miliar.
Kondisi ini menandai akumulasi beli bersih oleh investor asing untuk hari kedua secara berturut-turut.
Namun, secara volume transaksi, investor asing justru mencatatkan posisi jual bersih mencapai 459,9 juta saham.
Dinamika pasar juga diwarnai dengan pergerakan harga yang kontras pada sejumlah emiten.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memimpin penguatan di kelompok saham dengan Price Earning Ratio (PER) rendah dengan kenaikan 5,13%.
Pencapaian tersebut diikuti oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang berhasil menguat sebesar 4,13%.
Sebaliknya, beberapa saham yang sempat menunjukkan performa impresif pada sesi sebelumnya justru mengalami tekanan jual.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terkoreksi sebesar 2,55% setelah sempat memimpin kenaikan dengan angka 6,81% pada hari sebelumnya.
Tren serupa dialami PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang melemah 2,24% pasca menguat 5,05% di sesi perdagangan sebelumnya.
Analisis mendalam terhadap rasio fundamental menunjukkan variasi yang cukup lebar di antara emiten-emiten tersebut.
Rasio PER digunakan untuk mengukur perbandingan harga saham dengan laba bersih per lembar saham.
Sementara itu, rasio Price to Book Value (PBV) berfungsi membandingkan harga pasar saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar saham.
Pada kelompok saham dengan rasio PER tertinggi, pergerakan harga cenderung lebih moderat.
PT United Tractors Tbk (UNTR) tercatat melemah 1,39%, yang sekaligus menjadi koreksi selama tiga hari berturut-turut.
Kondisi saham UNTR ini menjadi perhatian setelah sebelumnya sempat mengalami penguatan tajam pada periode 13-14 Juli 2026.
Di sisi lain, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) masih mempertahankan posisinya sebagai emiten dengan PBV terendah, yakni 0,23 kali di antara 20 saham yang dianalisis.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan nilai transaksi terbesar di kelompok tersebut dengan angka Rp239,2 miliar, meski secara harga saham tidak mengalami perubahan atau stagnan.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi sorotan karena stagnasi harga yang berkelanjutan.
Harga saham GOTO terpaku di level Rp50 atau lazim disebut sebagai level “gocap” selama sembilan hari perdagangan terakhir.
Meskipun volume transaksi GOTO meningkat menjadi 37,0 juta saham dari 21,8 juta saham, nilai transaksinya hanya mencapai Rp1,9 miliar.
Angka tersebut merupakan nilai transaksi terkecil di antara seluruh 20 saham yang dipantau dalam data perdagangan tersebut, menurut Pusat Data Kontan dan RTI.




















