Harga Minyak Dunia Stabil Akibat Meredupnya Harapan Damai AS-Iran

Ketegangan AS-Iran dan gangguan pasokan Saudi tunda laju penurunan harga minyak, Brent stabil di US$87,81 per barel, ekspor Selat Hormuz turun signifikan.

Ikhwan Setiawan

harga-minyak-dunia-mandek-di-us$87,8-saat-harapan-damai-as-iran-redup
Harga Minyak Dunia Mandek di US$87,8 saat Harapan Damai AS-Iran Redup

Jakarta – Ketegangan geopolitik yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran menahan laju penurunan harga minyak dunia pada perdagangan Selasa (11/8).

Pasar merespons negatif atas buntu-nya negosiasi damai yang diharapkan mampu membuka kembali akses Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent terpantau stabil di level US$87,81 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga bertahan di posisi US$2,20 per barel.

Stabilitas harga ini terjadi setelah sempat terjadi lonjakan lebih dari 5 persen pada perdagangan Senin (10/8).

Kondisi pasar dipicu oleh tuntutan baru Presiden AS Donald Trump yang meminta Iran memberikan kompensasi atas korban jiwa dalam berbagai konflik.

Tuntutan tersebut dinilai memperlebar jarak negosiasi antara kedua negara.

Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, menyebut adanya perbedaan visi yang tajam terkait bentuk kesepakatan damai.

“Sepertinya ada jurang antara AS dan Iran mengenai seperti apa kesepakatan yang sebenarnya,” ujar Waterer.

Ia menambahkan bahwa memudarnya optimisme pasar kembali memberikan tekanan penguatan pada harga minyak.

Selain konflik AS-Iran, gangguan pasokan dari Arab Saudi turut memengaruhi sentimen pasar.

Saudi Aramco memutuskan menunda pengoperasian kembali kilang Jazan hingga 30 Agustus mendatang.

Langkah ini diambil menyusul klaim serangan dari kelompok Houthi terhadap fasilitas kilang tersebut pada Minggu (9/8).

Data Barclays menunjukkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz juga mengalami penurunan signifikan.

Volume ekspor tercatat hanya mencapai 3 juta barel per hari pada pekan yang berakhir 7 Agustus.

Angka tersebut merosot tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 4,4 juta barel per hari.

Di sisi lain, Irak merespons dinamika pasar dengan menaikkan harga jual resmi minyak mentah Basra Medium untuk pasar Asia sebesar US$2,50.

Rekomendasi