Jakarta – Harga emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpantau stagnan pada perdagangan awal pekan, Senin (31/8/2026).
Nilai jual logam mulia dengan berat satu gram menetap di angka Rp 2.670.000.
Angka tersebut mencerminkan kondisi pasar yang tidak berubah dibandingkan dengan penutupan harga pada Minggu (30/8/2026).
Tren serupa juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback yang ditetapkan perusahaan.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga buyback saat ini berada di level Rp 2.523.000 per gram.
Posisi harga buyback tersebut pun tidak mengalami pergeseran jika dibandingkan dengan nilai transaksi pada hari sebelumnya.
Stabilitas harga emas di dalam negeri ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang sedang mengalami tekanan.
Pasar Asia terpantau melemah pada Senin pagi ini akibat sentimen negatif dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Meskipun gejolak pasar eksternal cenderung tinggi, harga emas Antam tetap bertahan di level yang sama dengan hari Minggu.
Investor yang memantau pergerakan harga emas batangan perlu memperhatikan bahwa nilai yang tertera belum termasuk beban pajak yang berlaku.
Perusahaan menetapkan variasi harga untuk berbagai pecahan berat emas, mulai dari ukuran terkecil hingga terbesar.
Harga untuk pecahan 0,5 gram saat ini dipatok sebesar Rp 1.385.000.
Sementara itu, untuk emas batangan dengan berat 5 gram, pembeli harus mengeluarkan dana sebesar Rp 13.125.000.
Pecahan 10 gram kini dijual dengan harga Rp 26.195.000 per batang.
Untuk ukuran yang lebih besar, yakni 25 gram, harga yang ditawarkan mencapai Rp 65.362.000.
Sedangkan untuk pecahan 50 gram, harga tercatat sebesar Rp 130.645.000.
Unit emas batangan seberat 100 gram saat ini dibanderol dengan harga Rp 261.212.000.
Pecahan 250 gram dijual di angka Rp 652.765.000.
Untuk ukuran 500 gram, harga emas ditetapkan sebesar Rp 1.305.320.000.
Pecahan terbesar, yakni 1.000 gram atau satu kilogram, dipasarkan dengan harga Rp 2.610.600.000.
Logam Mulia Antam menjelaskan bahwa perbedaan harga per gram di setiap pecahan disebabkan oleh biaya pencetakan yang berbeda.
Semakin kecil ukuran batang emas, maka biaya cetak per gramnya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan batang yang berukuran besar.
Harga yang dijadikan patokan utama oleh pelaku bisnis emas umumnya merujuk pada harga per gram untuk emas batangan satu kilogram.
Para investor disarankan untuk selalu memantau pembaruan harga secara berkala melalui saluran resmi perusahaan sebelum melakukan transaksi jual maupun beli.










