Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Selasa (1/9/2026).
Proyeksi ini muncul setelah pasar saham domestik merampungkan proses penyeimbangan ulang atau rebalancing indeks MSCI pada sesi sebelumnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan bahwa pergerakan indeks hari ini akan berada pada rentang yang terukur.
“Support IHSG berada di level 6.450-6.500 dan resistance 6.580-6.620,” ujar Fanny dalam risetnya, Selasa (1/9/2026).
Sentimen pasar saat ini masih dipengaruhi oleh aktivitas investor asing yang melakukan aksi jual bersih atau net sell.
Pada penutupan perdagangan Senin (31/8/2026), IHSG tercatat menguat tipis sebesar 0,11 persen ke level 6.525,47.
Kenaikan indeks tersebut dibarengi dengan tekanan jual dari investor asing yang mencapai Rp 711 miliar.
Beberapa emiten yang menjadi sasaran utama aksi jual asing meliputi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Aneka Tambang Tbk (EMAS).
Selain itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mencatatkan volume penjualan asing yang tinggi.
Merespons kondisi pasar tersebut, BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham bagi investor untuk perdagangan hari ini.
Untuk PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), investor disarankan melakukan speculative buy pada rentang harga Rp 438 hingga Rp 444.
Strategi cut loss disarankan jika harga saham BULL turun di bawah Rp 430, dengan target harga terdekat di level Rp 450 hingga Rp 460.
Sementara untuk PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), rekomendasi yang diberikan adalah speculative buy di area Rp 142 hingga Rp 148.
Investor disarankan melakukan cut loss jika harga BIPI menembus level di bawah Rp 138, dengan target kenaikan di level Rp 150 hingga Rp 160.
Saham CPIN juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan strategi speculative buy pada area beli Rp 2.920 hingga Rp 2.980.
Posisi cut loss untuk CPIN ditetapkan di bawah harga Rp 2.900, dengan target harga terdekat Rp 3.020 hingga Rp 3.100.
Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) disarankan untuk buy on weakness pada area Rp 1.085 hingga Rp 1.110.
Cut loss untuk saham DSSA disarankan dilakukan jika harga menyentuh level di bawah Rp 1.070, dengan target harga Rp 1.125 hingga Rp 1.140.
Untuk sektor pertambangan, PT Timah Tbk (TINS) direkomendasikan speculative buy pada rentang Rp 4.000 hingga Rp 4.040.
Investor disarankan melakukan cut loss jika harga TINS berada di bawah Rp 3.970, dengan target harga Rp 4.080 hingga Rp 4.130.
Terakhir, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) direkomendasikan buy on weakness pada area beli Rp 13.700 hingga Rp 14.075.
Strategi cut loss untuk BYAN disarankan di bawah level Rp 13.600, dengan target harga terdekat mencapai Rp 14.300 hingga Rp 14.600.

















