Prospek Saham Raja dan Ratu Diprediksi Cerah, Cek Rekomendasinya

Ikhwan Setiawan

Prospek Saham Raja dan Ratu Diprediksi Cerah, Cek Rekomendasinya

Jakarta – Prospek fundamental PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), diproyeksikan tetap berada dalam tren positif hingga tahun 2027.

Stabilitas kinerja kedua perusahaan ini ditopang oleh serangkaian proyek strategis dan ekspansi bisnis yang agresif di sektor energi.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Kevin Yudha Pratama, menyatakan bahwa kinerja RAJA hingga akhir tahun 2026 masih akan ditopang oleh bisnis eksisting.

Bisnis tersebut meliputi operasional kompresor gas Sengkang, investasi strategis di Cepu, serta kontribusi pendapatan dari Grup Hafar, sebagaimana dikutip dari laporan analisis pasar, Sabtu (12/9/2026).

Memasuki tahun 2027, ruang pertumbuhan RAJA diprediksi semakin terbuka lebar melalui proyek floating LNG.

Selain itu, rencana akuisisi perusahaan pelayaran serta pembangunan pipa BBM di Kalimantan Timur menjadi motor penggerak utama.

“Pertumbuhan masih berpeluang lanjut, tapi akan cukup bergantung pada progress proyek dan kemampuan menjaga profitabilitas,” ujar Kevin, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).

Saat ini, RAJA telah menggenggam 5% saham dalam proyek floating LNG.

Sementara itu, rencana akuisisi perusahaan pelayaran yang memiliki aset LNG Carrier dan VLGC masih dalam tahap finalisasi.

Untuk pembangunan pipa BBM di Kalimantan Timur yang direncanakan mulai kuartal III 2026, kontribusinya diperkirakan masuk secara bertahap.

Besaran dampak proyek ini terhadap kinerja keuangan akan sangat bergantung pada waktu operasional dan tingkat utilisasi aset tersebut.

Di sisi lain, investor diimbau untuk tetap mencermati risiko pergerakan harga minyak dan gas dunia.

Potensi keterlambatan proyek serta kebutuhan pendanaan yang besar juga menjadi catatan penting bagi manajemen.

Peningkatan utang berbunga akibat ekspansi menuntut perseroan untuk menjaga arus kas dan leverage secara disiplin.

Secara teknikal, Kevin menyarankan strategi wait and see untuk saham RAJA.

Potensi koreksi harga diperkirakan menyasar area support di kisaran Rp785 hingga Rp800.

“Jika harga mampu bertahan kuat di area tersebut, baru peluang rebound akan terlihat lebih menarik,” tambahnya.

Sementara itu, prospek PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dinilai memiliki dinamika berbeda pasca-akuisisi di Madura Strait.

Akuisisi tersebut telah memperbesar basis aset perusahaan dan memberikan kontribusi laba satu kali pada semester I 2026.

Ke depan, Blok Kasuri diproyeksikan menjadi katalis tambahan jika proses pengalihan participating interest berjalan sesuai rencana.

Namun, Kevin mengingatkan bahwa laju pertumbuhan laba RATU berpotensi lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya.

Tantangan utama bagi RATU adalah ketergantungan pada kinerja mitra operator dalam menjalankan produksi aset migas.

Selain itu, aksi private placement yang disetujui pemegang saham membawa risiko dilusi bagi investor.

Keberhasilan langkah pendanaan ini akan sangat bergantung pada efektivitas perusahaan dalam mengalokasikan modal ke aset produktif.

Untuk saham RATU, potensi koreksi teknikal diprediksi mengarah ke level Rp4.450.

Apabila level tersebut terjaga, saham RATU berpotensi rebound dengan target jangka pendek di rentang Rp4.860 hingga Rp5.000 per saham.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar