Jakarta – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) resmi menutup masa penawaran umum berkelanjutan (PUB) instrumen Sukuk Ijarah Berkelanjutan I per 13 September 2026.
Perusahaan mencatatkan perolehan dana sebesar Rp1,75 triliun dari total target awal yang dipatok sebesar Rp2 triliun.
Pencapaian ini merupakan akumulasi dari tiga tahap penawaran yang telah dilakukan perseroan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Direktur Keuangan Samudera Indonesia, Ridwan Hamid, merinci realisasi pendanaan tersebut melalui keterbukaan informasi, Jumat (11/9/2026).
“Total dana yang telah dihimpun melalui penerbitan PUB I Sukuk Ijarah mencapai Rp 1,75 triliun dari target dana yang dihimpun sebesar Rp 2 triliun,” ujar Ridwan, dikutip dari dokumen keterbukaan informasi publik.
Tahap pertama instrumen syariah ini dilaksanakan pada tahun 2023 dengan raihan dana sebesar Rp550 miliar.
Selanjutnya, pada tahap kedua yang berlangsung di tahun 2025, perusahaan berhasil mengumpulkan dana tambahan sebesar Rp500 miliar.
Penerbitan terakhir pada tahap ketiga di tahun 2026 menyumbang nilai sebesar Rp700 miliar.
Dengan berakhirnya masa penawaran ini, terdapat selisih atau sisa target dana sebesar Rp250 miliar yang belum terserap.
Manajemen perusahaan mengakui bahwa ketidakmampuan mencapai target maksimal dipengaruhi oleh kondisi eksternal yang cukup dinamis.
“Sisa target dana yang tidak terhimpun hingga berakhirnya periode pelaksanaan PUB I Sukuk Ijarah disebabkan berbagai faktor, antara lain mencermati perkembangan situasi global,” jelas Ridwan dalam pernyataan resminya.
Selain tekanan dari situasi ekonomi global, keputusan untuk tidak memaksakan penyerapan dana penuh juga didasari oleh efisiensi internal.
Perusahaan saat ini tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap progres proyek-proyek strategis yang sedang berjalan.
Strategi penyesuaian pendanaan ini dinilai krusial untuk menjaga kesehatan arus kas di tengah tantangan pasar saat ini.
Ridwan menambahkan bahwa sisa dana yang tidak terserap tersebut tidak menutup kemungkinan untuk dialihkan ke instrumen atau proyek lain di masa depan.
Perseroan berkomitmen untuk tetap fokus pada proyek-proyek yang memiliki potensi imbal hasil yang menjanjikan bagi pemegang saham.
“Hal tersebut masih menjadi perhatian dalam melihat prospek proyek-proyek potensial yang akan didanai ke depan,” ungkapnya.
Pihak manajemen memastikan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun meski target penghimpunan dana melalui Sukuk Ijarah tidak sepenuhnya terpenuhi.
Langkah ini mencerminkan sikap kehati-hatian Samudera Indonesia dalam mengelola modal kerja dan ekspansi usaha di tengah ketidakpastian ekonomi makro.
Hingga saat ini, perseroan belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai rencana penerbitan surat utang baru sebagai pengganti sisa target dana yang belum terhimpun tersebut.






















