Jakarta – PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) secara resmi memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai detail rencana kemitraan strategis dan pembentukan usaha patungan dengan PT Republik Media Anak Bangsa (RMAB).
Langkah tersebut diambil emiten milik Hary Tanoesoedibjo ini menyusul surat permintaan penjelasan dari otoritas bursa terkait transaksi yang melibatkan entitas di bawah naungan Republikorp Group tersebut.
Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dan usaha patungan dengan RMAB pada 14 September 2026.
“Pada Hari Senin, Tanggal 14 September 2026, perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dan perjanjian usaha patungan dengan PT Republik Media Anak Bangsa (RMAB). Kedua perjanjian tersebut bersifat mengikat (definitif) dan bukan merupakan nota kesepahaman atau perjanjian pendahuluan,” ungkap Corporate Secretary MNCN, Cahyarina A Asri, dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Senin (21/9) dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Meskipun dokumen telah ditandatangani, pihak manajemen menegaskan bahwa transaksi ini belum mencapai tahap penyelesaian atau closing.
Proses tersebut saat ini masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan (conditions precedent).
Struktur transaksi ini difokuskan pada kerja sama strategis di dalam PT iNews Media Network (IMG).
IMG diketahui sebagai perusahaan induk yang menaungi berbagai lini usaha, mulai dari televisi, radio, portal berita, hingga platform media digital.
Cahyarina menekankan bahwa hingga saat ini, belum ada perubahan pengendalian atas IMG maupun entitas anak yang menjadi objek transaksi.
Kerja sama ini mencakup ekosistem luas, termasuk PT MNC Televisi Network (MTN) yang mengoperasikan iNews TV dan PT MNC Multimedia Network (MMN).
Selain itu, portofolio berita seperti Okezone.com, iNews.id, Sindonews.com, News+, serta IDX Channel turut menjadi bagian dalam integrasi tersebut.
MNCN, RMAB, dan PT Sinergi Terang Adadi (STA) akan berkolaborasi untuk mengintegrasikan bisnis media berita dan olahraga baik di platform konvensional maupun digital.
Fokus utama kolaborasi ini adalah penguatan pemberitaan nasional dan daerah, pengembangan konten olahraga, serta akselerasi transformasi digital.
Perusahaan memastikan tidak terdapat hubungan afiliasi antara MNCN, pemegang saham pengendali, direksi, maupun komisaris dengan pihak RMAB, Republikorp Group, maupun STA.
Transaksi ini ditegaskan telah dilaksanakan dengan prinsip kewajaran (arm’s length) guna menjaga kepentingan pemegang saham.
MNCN juga mengklasifikasikan transaksi ini bukan sebagai transaksi material maupun perubahan kegiatan usaha utama.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, nilai transaksi tersebut berada di bawah ambang batas 20% dari ekuitas perseroan yang mencapai Rp 23,455 triliun.
“Dengan proporsi kontribusi tersebut, perseroan meyakini transaksi ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” tambah Cahyarina dalam keterbukaan informasi BEI.
Pihak perusahaan menargetkan seluruh rangkaian proses transaksi akan rampung pada akhir September 2026.
Dana yang diperoleh dari transaksi ini nantinya akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan usaha digital perusahaan, sesuai dengan strategi yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Juni 2026 lalu.




















