IHSG Berpotensi Koreksi, Simak Tiga Saham Rekomendasi Beli Hari Ini

Kholida Rahman

IHSG Berpotensi Koreksi, Simak Tiga Saham Rekomendasi Beli Hari Ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan berat pada perdagangan Selasa (29/9/2026) setelah mencatatkan pelemahan sebesar 1,51% ke level 6.147,86 pada penutupan sesi sebelumnya.

Sentimen negatif pasar dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang kini mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS, tepatnya berada di posisi Rp17.965.

Kondisi ekonomi makro global turut memperburuk suasana perdagangan seiring dengan kenaikan imbal hasil US Treasury serta penguatan indeks dolar AS (DXY) yang bertahan di atas level 101.

Ketidakpastian geopolitik, terutama menyangkut ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, telah memicu lonjakan harga minyak dunia.

Dinamika ini dikhawatirkan akan memicu tekanan inflasi global yang lebih luas dan memaksa bank sentral AS, The Fed, untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Secara domestik, para pelaku pasar kini tengah melakukan adaptasi terhadap kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp1.

Kebijakan tersebut diprediksi akan meningkatkan volatilitas pasar secara signifikan, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi kecil yang rentan terhadap perubahan mekanisme auto rejection.

Analisis teknikal dari BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada Selasa (29/9/2026) menyebutkan bahwa IHSG masih berada dalam tren negatif.

“MACD masih menunjukkan bearish momentum,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Indeks saat ini dinilai memiliki risiko koreksi lanjutan setelah berhasil menembus neckline pola Head and Shoulders di level 6.375.

Level support terdekat IHSG saat ini berada di angka 6.110, dengan level support lanjutan di 6.030, sementara resistance berada pada rentang 6.185 hingga 6.270.

Kondisi bursa domestik ini sejalan dengan pelemahan bursa saham Amerika Serikat pada Senin (28/9/2026).

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 0,67% ke level 51.481,51.

S&P 500 melemah 0,77% menjadi 7.683,69, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,92% ke level 26.820,38.

Di tengah tekanan pasar yang masif, beberapa emiten terpantau masih memiliki potensi teknikal yang menarik bagi investor.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direkomendasikan untuk dibeli pada rentang 3.150–3.180 dengan target resistance di angka 3.350.

PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) juga mendapat sentimen positif setelah berhasil melakukan breakout dari area resistance 226, dengan target harga menuju 248.

Selain itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menunjukkan sinyal rebound dengan target resistance di angka 1.365.

Sebaliknya, saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) disarankan untuk dijual karena masih berada dalam tekanan bearish yang kuat dengan target support di level 200.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar