Low Tuck Kwong Kembali Borong Saham Bayan Resources

Kholida Rahman

Low Tuck Kwong Kembali Borong Saham Bayan Resources

Jakarta – Pengendali sekaligus Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, kembali memperkuat posisi kepemilikannya di perusahaan tambang batu bara tersebut melalui aksi pembelian saham di pasar modal.

Transaksi tersebut dilakukan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sang konglomerat menambah koleksi sahamnya sebanyak 500.000 unit saham biasa.

“Transaksi pembelian dilakukan secara langsung dengan harga pelaksanaan sebesar Rp11.200 per saham,” ujar Low Tuck Kwong sebagaimana dikutip dari Laporan Keterbukaan Informasi PT Bayan Resources Tbk, Rabu (14/10/2026).

Total dana yang dikucurkan untuk aksi korporasi ini mencapai sekitar Rp5,6 miliar.

Tujuan dari pembelian tersebut secara spesifik dinyatakan untuk kepentingan investasi pribadi.

Sebelum transaksi ini berlangsung, jumlah kepemilikan saham Low Tuck Kwong di BYAN tercatat sebanyak 3.316.166.832 unit saham.

Angka tersebut merepresentasikan porsi hak suara sebesar 9,95 persen.

Setelah transaksi rampung, total kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 3.316.666.832 unit saham.

Meskipun terdapat penambahan jumlah unit, persentase hak suara yang dimiliki tetap berada di level 9,95 persen.

Low Tuck Kwong menegaskan bahwa dirinya tetap menjadi pemegang saham pengendali di emiten berkode BYAN tersebut.

Ia juga memastikan akan tetap mempertahankan kendali penuh atas arah kebijakan perusahaan ke depannya.

Di sisi lain, PT Bayan Resources Tbk tengah menjadi sorotan publik pasca aksi masuknya PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam sebagai pemegang saham baru.

Jhonlin Baratama telah merampungkan pembelian 30,25 persen saham BYAN milik Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Nilai transaksi pengalihan saham tersebut mencapai Rp26,09 triliun dengan harga Rp2.588 per saham.

Menanggapi perubahan komposisi pemegang saham tersebut, manajemen Bayan Resources menyatakan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal.

Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan strategi bisnis yang signifikan.

“Sampai dengan saat ini, belum terdapat perubahan atas rencana belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi usaha, dan/atau kerja sama strategis Perseroan,” jelasnya dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2026).

Pihak manajemen juga mengonfirmasi bahwa belum ada pembahasan mengenai potensi sinergi bisnis antara Bayan Resources dengan Jhonlin Baratama.

Seluruh anak usaha di sektor pertambangan tetap beroperasi sesuai target produksi yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Manajemen memastikan bahwa meskipun terjadi perpindahan kepemilikan saham dalam jumlah besar, struktur pengendalian perusahaan tidak mengalami perubahan mendasar.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar