low tuck kwong
Low Tuck Kwong Serap Jutaan Saham Bayan Resources
Sep. 24, 2025
Sep. 11, 2026
Saham PT Bayan Resources Tbk anjlok 4,9 persen di tengah kabar rencana akuisisi 62 persen saham oleh Haji Isam. Meskipun nilai penawaran dinilai kontroversial karena diskon besar, manajemen Bayan menyatakan belum mengetahui adanya rencana transaksi tersebut.
Sep. 10, 2026
Wacana akuisisi PT Bayan Resources Tbk oleh Haji Isam senilai US$ 3 miliar memicu dinamika pasar. Di tengah rumor yang dianggap sebagai manuver agresif ini, investor disarankan tetap fokus pada fundamental perusahaan dan tidak berspekulasi berlebihan atas transaksi yang belum pasti.
Sep. 9, 2026
Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam dikabarkan tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk. Nilai penawaran aksi korporasi strategis ini ditaksir mencapai US$ 3 miliar atau setara Rp 52,65 triliun.
Sep. 9, 2026
Taipan Haji Isam dikabarkan mengajukan tawaran akuisisi senilai US$ 3 miliar untuk membeli 62% saham PT Bayan Resources Tbk milik keluarga Low Tuck Kwong. Nilai tawaran tersebut mencerminkan diskon besar dari harga pasar di tengah tantangan industri batubara dan kebijakan produksi nasional.
Jul. 27, 2026
Low Tuck Kwong kembali menempati posisi pertama dalam daftar orang terkaya di Indonesia per Juli 2026 dengan total kekayaan 16,8 miliar dolar AS. Ia berhasil menggeser Prajogo Pangestu yang kini berada di urutan kedua dalam jajaran konglomerat papan atas tanah air.
Sep. 24, 2025
Low Tuck Kwong membeli 11,55 juta saham BYAN, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Meski pendapatan BYAN naik, laba bersih turun 7,30% pada 2025.
Pefindo kembali mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 milik PT Pollux Hotels Group Tbk senilai Rp500 miliar. Predikat tertinggi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan dan kemampuan memenuhi kewajiban kepada para investor.

Sektor industri baja nasional diproyeksikan terus pulih hingga 2027 seiring penguatan harga global. Meski fundamental emiten membaik, pelaku pasar tetap disarankan mencermati risiko impor dan volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi pada saham sektor ini.

IHSG diprediksi mengalami rebound terbatas pada awal pekan ini di tengah sikap waspada investor terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar kini mencermati hasil pertemuan FOMC serta pergerakan sektor komoditas sebagai penentu arah indeks ke depan.

IHSG diprediksi masih akan bergerak volatil dengan tren konsolidasi di kisaran 6.400 hingga 6.700 di tengah mulai masuknya arus dana asing. Meski demikian, prospek jangka panjang hingga akhir 2026 dinilai cukup positif dengan target indeks mencapai level 6.800 hingga 7.200.

Sep. 14, 2026





