Jakarta – Semen Indonesia Group (SIG) resmi melakukan perampingan struktur organisasi secara masif sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi global. Sebanyak 28 entitas usaha dipangkas, sehingga kini perusahaan hanya menyisakan 12 entitas yang dinilai lebih efektif dan efisien.
Langkah restrukturisasi ini dipimpin langsung oleh Badan Pengelola BUMN melalui rapat koordinasi bersama jajaran direksi SIG. COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk meningkatkan daya saing perusahaan di pasar semen nasional.
“Transformasi ini kami lakukan untuk memperkuat daya saing industri semen nasional,” ujar Dony melalui unggahan akun resmi BUMN, Rabu (20/5).
Dalam rapat yang turut dihadiri Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, diputuskan bahwa program streamlining tersebut telah memasuki fase eksekusi pada kuartal kedua tahun 2026. Fokus utama transformasi ini mencakup penggabungan entitas distribusi dan material bangunan, konsolidasi logistik, hingga integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara.
Selain itu, perusahaan juga akan melakukan divestasi serta likuidasi terhadap unit-unit bisnis yang dianggap tidak lagi strategis bagi operasional perusahaan.
Dony memastikan bahwa seluruh proses perampingan ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. “Kami pastikan semua tahapan berjalan prudent, terukur, dan sesuai tata kelola yang baik,” tegasnya.
Saat ini, SIG tengah merampungkan proses due diligence dengan melibatkan advisor dan auditor independen. Melalui perampingan ini, SIG diharapkan mampu menjadi entitas yang lebih lincah (agile) dan sehat, sehingga dapat memberikan kontribusi lebih optimal bagi pembangunan infrastruktur nasional di masa depan.




















