Laba EXCL Melonjak 63% Pasca Merger, Analis Rekomendasikan Beli

persen

Jakarta – Kinerja keuangan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan hasil impresif yang menjadi sinyal positif bagi prospek sahamnya di pasar modal. Emiten telekomunikasi ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 42,49 triliun, tumbuh 23% secara tahunan, sementara laba bersihnya melesat 63% menjadi Rp 3 triliun.

Lonjakan kinerja ini didorong oleh efisiensi operasional dari hasil sinergi pascamerger serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan. Hingga akhir tahun 2025, progres integrasi jaringan perusahaan telah mencapai sekitar 70%.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menilai progres integrasi tersebut menjadi motor penggerak efisiensi lanjutan. Menurutnya, optimalisasi situs, spektrum, dan belanja modal yang dilakukan perusahaan berpotensi memperkuat margin laba di masa depan.

Skala bisnis yang semakin besar pascamerger juga meningkatkan daya saing EXCL di industri telekomunikasi. Langkah ini krusial dalam menjaga pertumbuhan jumlah pelanggan data serta rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU).

Meskipun prospek terlihat cerah, investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko seperti beban biaya integrasi yang masih berlangsung, kebutuhan belanja modal yang besar untuk pengembangan jaringan 5G, serta ketatnya kompetisi tarif antaroperator.

Namun, Sukarno berpendapat bahwa saham EXCL tetap menarik untuk dikoleksi dalam jangka menengah. Hal ini dikarenakan potensi sinergi yang dinilai belum sepenuhnya terefleksi pada valuasi harga saham saat ini.

Melihat fundamental tersebut, Kiwoom Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli untuk saham EXCL dengan target harga di level Rp 3.500.

Rekomendasi