Jakarta – Perum Bulog membuka peluang menghidupkan kembali skema tunjangan beras natura bagi aparatur sipil negara (ASN) di tengah melimpahnya stok beras nasional. Usulan itu nantinya akan diajukan ke pemerintah melalui proposal resmi, namun Bulog menegaskan wacana tersebut masih perlu dikaji karena berkaitan erat dengan anggaran negara dan kondisi fiskal pemerintah.
Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengatakan pembahasan skema itu belum final. Menurut dia, Bulog perlu memastikan kesiapan anggaran sebelum usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah.
“Mungkin nanti kita akan coba bikinkan proposal, soalnya kan itu kan berkaitan juga ke ketersediaan anggaran nanti, bagaimana fiskalnya,” ujar Febby saat ditemui di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (11/5).
Febby menambahkan, penyaluran beras untuk ASN sebenarnya sudah berjalan di sejumlah wilayah Indonesia timur.
“Karena sebenarnya saat ini udah ada tuh di daerah timur, yang kita salurin beras-beras untuk ASN-nya,” katanya.
Wacana pemberian kembali beras natura sebelumnya juga disampaikan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Ia mengusulkan ASN, TNI, dan Polri kembali mendapat jatah beras dari pemerintah sebagai salah satu cara mempercepat distribusi cadangan beras pemerintah (CBP).
Rizal menilai opsi itu masuk akal karena stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Kalau memang dapat restu, dulu-dulu kita TNI, Polri maupun ASN tuh dapat (beras) natura. Mumpung beras Bulog itu berlimpah kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri, dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti natura zaman-zaman dahulu,” ujar Rizal di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jakarta Utara, Rabu (6/5).
Beras natura adalah beras yang diberikan pemerintah sebagai tunjangan atau fasilitas bagi pegawai negara. Skema ini pernah diterapkan pada masa lalu ketika kebutuhan pangan ASN, TNI, dan Polri sebagian dipenuhi lewat distribusi langsung dari gudang pemerintah.
Bulog menilai pola distribusi nonpasar seperti itu bisa menjadi salah satu jalan untuk mempercepat penyaluran stok beras yang kini menumpuk di gudang.
Di luar opsi natura, Bulog juga terus menyalurkan beras SPHP dengan menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, ritel modern, hingga jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Rizal memastikan beras yang akan disalurkan dalam skema natura nantinya adalah beras medium produksi Bulog.
“Berasnya medium,” kata dia.






















