Bulog Sumbar Perkuat Sinergi Legislatif Jaga Stabilitas Pangan Daerah

persen

perkuat-ketahanan-pangan-sumbar,-bulog-bangun-sinergi-dengan-legislatif
Perkuat Ketahanan Pangan Sumbar, Bulog Bangun Sinergi dengan Legislatif

Padang – Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat memperkuat sinergi dengan legislatif untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Kolaborasi ini bertujuan memastikan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga di tengah dinamika global.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, memastikan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman. Menurutnya, penguatan distribusi menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan pasokan di masyarakat.

“Dengan cadangan yang memadai dan distribusi yang terus diperkuat, kami optimistis pasokan pangan tetap stabil, termasuk saat terjadi lonjakan permintaan pada momen tertentu,” ujar Darma dalam pertemuan bersama anggota Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, di Padang, Senin (6/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk merespons berbagai tantangan ketahanan pangan. Sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari penguatan cadangan pangan, optimalisasi distribusi logistik, hingga upaya menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau.

Darma menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor yang solid.

“Distribusi yang merata dan harga yang stabil merupakan bagian penting dari ketahanan pangan. Ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya inovasi dalam sistem distribusi pangan. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan pangan.

Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, pangan, dan kehutanan, turut menekankan peran vital Bulog sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama di daerah dengan tantangan geografis seperti Sumatera Barat.

Selain itu, kedua pihak membahas kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, seperti bencana alam yang berpotensi mengganggu akses pangan masyarakat. Penguatan cadangan pangan pemerintah menjadi langkah antisipatif yang dinilai sangat krusial.

Melalui sinergi yang semakin erat antara Bulog dan Komisi IV DPR RI, diharapkan sistem ketahanan pangan di daerah dapat semakin tangguh dan responsif terhadap berbagai tantangan ke depan.Padang – Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat memperkuat sinergi dengan legislatif untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Kolaborasi ini bertujuan memastikan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga di tengah dinamika global.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, memastikan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman. Menurutnya, penguatan distribusi menjadi kunci utama untuk menjaga keseimbangan pasokan di masyarakat.

“Dengan cadangan yang memadai dan distribusi yang terus diperkuat, kami optimistis pasokan pangan tetap stabil, termasuk saat terjadi lonjakan permintaan pada momen tertentu,” ujar Darma dalam pertemuan bersama anggota Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, di Padang, Senin (6/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk merespons berbagai tantangan ketahanan pangan. Sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari penguatan cadangan pangan, optimalisasi distribusi logistik, hingga upaya menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau.

Darma menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor yang solid.

“Distribusi yang merata dan harga yang stabil merupakan bagian penting dari ketahanan pangan. Ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga menyinggung pentingnya inovasi sistem distribusi pangan. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan pangan.

Komisi IV DPR RI turut menekankan perlunya penguatan peran Bulog sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama di daerah dengan tantangan geografis seperti Sumatera Barat.

Selain itu, pertemuan tersebut membahas kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, seperti bencana alam yang berpotensi mengganggu akses pangan. Penguatan cadangan pangan pemerintah menjadi langkah antisipatif yang dinilai sangat krusial.

Melalui sinergi yang semakin erat, sistem ketahanan pangan di Sumatera Barat diharapkan semakin kokoh. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis mampu menjaga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkas Darma.

Rekomendasi