Cermati Rekomendasi Teknikal Saham CPIN, ESSA, dan PTBA Hari Ini

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 404,51 poin atau 7,57 persen, yang membawa indeks ke level 5.746,65 pada akhir perdagangan Selasa (9/6/2026). Penguatan tajam ini memicu optimisme pasar sekaligus mendorong para analis untuk meninjau kembali prospek teknikal sejumlah emiten guna menentukan strategi perdagangan untuk sesi Rabu (10/6/2026).

Di tengah dinamika pasar yang sedang bergairah, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi salah satu saham yang mendapat sorotan. Analis mencatat kemunculan pola bullish piercing pattern pada grafik pergerakan saham ini. Indikator teknikal menunjukkan penguatan pada Relative Strength Index (RSI) serta terjadinya golden cross pada Stochastic. Meski demikian, investor diminta untuk tetap waspada terhadap potensi aksi jual (sell on strength) apabila harga gagal menembus level resistansi di kisaran Rp 3.320 hingga Rp 3.380. Untuk perdagangan besok, CPIN direkomendasikan dengan strategi trading buy, dengan level support di Rp 3.150 dan resistance di Rp 3.540.

Sentimen positif juga menyelimuti PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). Emiten ini dinilai berhasil melakukan rebound setelah sebelumnya sempat berada dalam kondisi oversold. Pergerakan saham ESSA saat ini terpantau sedang membentuk gelombang b, didukung oleh sinyal positif dari indikator Stochastic K_D dan RSI yang menunjukkan momentum penguatan berkelanjutan. Berdasarkan analisis teknikal tersebut, investor disarankan untuk mengambil posisi beli pada saham ESSA. Level support ditetapkan pada Rp 585 dan Rp 530, sementara target resistance berada di level Rp 640 hingga Rp 710.

Sementara itu, sektor pertambangan melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan pola pergerakan yang berbeda. Emiten ini terpantau mampu mengkonfirmasi area support di level Rp 2.500 hingga Rp 2.550. Meskipun indikator RSI menunjukkan tren kenaikan, secara jangka menengah PTBA masih berada dalam tren bearish atau bergerak di bawah garis Moving Average 50 (MA50). Mengingat kondisi tersebut, analis memberikan rekomendasi speculative buy bagi investor yang ingin mengambil posisi pada saham ini. Batas bawah atau support dipatok pada Rp 2.480, dengan target resistance berada di level Rp 2.830.

Lonjakan IHSG yang mencapai lebih dari 7 persen ini mencerminkan tingginya antusiasme pelaku pasar pasca-sentimen global maupun domestik yang kembali membaik. Para analis menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menempatkan level stop loss dan memperhatikan target profit, mengingat volatilitas yang menyertai reli indeks sering kali memicu aksi ambil untung oleh investor institusi maupun ritel. Pemilihan saham dengan fundamental yang kuat dan didukung oleh konfirmasi indikator teknikal tetap menjadi kunci bagi investor untuk memitigasi risiko di tengah fluktuasi pasar yang masih mungkin terjadi pada hari perdagangan berikutnya. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada ketahanan level support masing-masing saham untuk menguji keberlanjutan tren bullish di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Rekomendasi