Jakarta – Bank Indonesia memastikan operasional dan arah kebijakan moneter tetap berjalan normal pasca pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi jabatan gubernur.
Penjabat Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa sistem kepemimpinan kolektif kolegial di bank sentral menjamin keberlangsungan tugas tanpa hambatan.
“Kami berlima dengan Anggota Dewan Gubernur (ADG) yang lain akan terus berkomitmen dan melanjutkan keberlangsungan tugas sesuai amanah yang dimandatkan,” ujar Destry di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
Destry meminta pelaku pasar untuk tetap tenang dan tidak bersikap panik terhadap dinamika kepemimpinan ini.
Ia menjamin seluruh kebijakan yang telah diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026 tetap menjadi acuan utama.
Fokus utama BI saat ini tetap pada stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen intervensi pasar.
“Kami akan terus berada di pasar, baik melalui intervensi di spot, NDF, maupun DNDF,” tegasnya.
Selain stabilitas kurs, BI juga berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi melalui instrumen makroprudensial dan insentif arus modal asing.
Terkait suksesi jabatan gubernur definitif, Destry memastikan prosesnya akan mengikuti mekanisme Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.
Pemerintah akan membuka proses pencalonan sebelum nama kandidat diajukan kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.
Penunjukan Destry sebagai penjabat gubernur sendiri merupakan amanat undang-undang yang menempatkan Deputi Gubernur Senior sebagai pelaksana tugas saat posisi gubernur kosong.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Perry Warjiyo telah resmi mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo pada Minggu (26/7).


















