Jakarta – Maskapai penerbangan Amerika Serikat, United Airlines, berencana memangkas jadwal penerbangan hingga 5% pada kuartal II dan III tahun 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap perkiraan kenaikan harga minyak akibat perang di Iran.
Lonjakan harga minyak diperkirakan akan mendongkrak biaya bahan bakar jet secara signifikan.
CEO United Airlines, Scott Kirby, dalam memo internal kepada stafnya, mengungkapkan bahwa perusahaan bersiap menghadapi harga minyak yang berpotensi mencapai US$175 per barel dan bertahan di atas US$100 hingga akhir 2027.
Jika harga minyak tetap tinggi, tagihan bahan bakar tahunan United Airlines diperkirakan melonjak hingga US$11 miliar. Angka ini lebih dari dua kali lipat keuntungan yang pernah diraih perusahaan dalam tahun terbaiknya.
Perang di Iran telah memicu gelombang baru guncangan harga bahan bakar. Harga bahan bakar jet hampir dua kali lipat sejak akhir Februari, meningkatkan biaya operasional di seluruh industri penerbangan.
Kondisi ini juga menyebabkan perubahan rute penerbangan global dan pembatasan wilayah udara.
Meskipun maskapai penerbangan besar AS mengklaim permintaan yang kuat memungkinkan mereka menaikkan tarif, pemangkasan penerbangan ini diperkirakan akan menahan laju kenaikan harga tiket.
“Tidak ada gunanya menghabiskan uang tunai untuk penerbangan yang tidak dapat menutupi biaya bahan bakar,” tegas Kirby, seperti dikutip Reuters.
Kirby menambahkan, perusahaan lebih memilih untuk tidak memenuhi sebagian permintaan daripada mengoperasikan rute yang merugi akibat biaya bahan bakar yang tinggi.
Maskapai yang berbasis di Chicago ini telah mengurangi penerbangan dengan kinerja kurang baik, seperti beberapa layanan tengah minggu, Sabtu, dan penerbangan malam.
Selain itu, United Airlines akan membatalkan sekitar tiga persen penerbangan di luar jam sibuk pada kuartal kedua dan ketiga, termasuk penerbangan malam dan penerbangan tengah minggu yang kurang diminati.
Maskapai ini juga akan mengurangi sekitar satu persen kapasitas di Chicago O’Hare dan tetap menangguhkan layanan ke Tel Aviv dan Dubai. Secara keseluruhan, pengurangan ini mencapai sekitar lima persen dari kapasitas yang direncanakan tahun ini.
United Airlines berencana memulihkan jadwal penerbangan penuh pada musim gugur mendatang.
Sementara itu, maskapai AS lainnya, seperti Delta dan American Airlines, menyatakan bahwa permintaan yang kuat memungkinkan mereka menaikkan tarif untuk mengkompensasi sebagian dari lonjakan harga bahan bakar.
Harga minyak dunia melonjak pada Jumat (20/3) dan ditutup pada level US$112 per barel, tertinggi sejak 2022.




















