Jakarta – Arus keluar modal asing yang masif menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ditutup anjlok 4,19% atau 245 poin ke level 5.594,76 pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Penurunan tajam ini memperpanjang tren negatif pasar modal domestik yang telah terkoreksi sebesar 8,73% dalam sepekan terakhir.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sepanjang sesi perdagangan, IHSG terus bergerak di zona merah dengan rentang pergerakan antara level 5.594 hingga 5.870. Sentimen negatif ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang dilakukan investor asing.
Pada perdagangan akhir pekan ini saja, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp3,73 triliun. Dengan demikian, total akumulasi net sell asing selama sepekan terakhir telah menembus angka Rp13,77 triliun.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 38,04 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp31,72 triliun. Mayoritas saham terpantau melemah, di mana sebanyak 626 saham mencatatkan penurunan harga, sementara hanya 108 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 81 saham lainnya ditutup stagnan.
Meski tekanan jual mendominasi, terdapat beberapa saham yang masih mencatatkan beli bersih (net buy) oleh investor asing sepanjang pekan ini. Berikut adalah 10 saham dengan net buy terbesar asing:
1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp 373,85 miliar
2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 264,12 miliar
3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Rp 258,05 miliar
4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp 218,4 miliar
5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Rp 206,84 miliar
6. PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp 186,6 miliar
7. PT Timah Tbk (TINS): Rp 171,81 miliar
8. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 124,7 miliar
9. PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp 122,15 miliar
10. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp 108,75 miliar





















