IHSG Menguat 0,46%, Analis Proyeksi Lanjutkan Tren Positif Senin Esok

persen

IHSG Menguat 0,46%, Analis Proyeksi Lanjutkan Tren Positif Senin Esok

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (2/10/2026), dengan penguatan tipis sebesar 0,46% atau 27,39 poin ke level 6.036,89. Meski mencatatkan kenaikan, para analis pasar modal memperingatkan bahwa sentimen pasar masih dibayangi oleh tekanan arus keluar dana asing yang signifikan sepanjang tahun berjalan.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan tren positif pada perdagangan Senin (5/10/2026). Ia mematok rentang pergerakan indeks berada pada level support 5.973 dan resistance 6.118. Menurutnya, penguatan indeks pada Jumat lalu didorong oleh kinerja sektor energi, khususnya emiten berbasis batu bara.

Namun, Herditya mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap beberapa sentimen global. Faktor utama yang perlu dicermati meliputi rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat, fluktuasi yield US Treasury, serta dinamika harga minyak dunia yang dipengaruhi oleh negosiasi antara AS dan Iran.

Di sisi lain, pandangan berbeda disampaikan oleh Analis Republik Investor, Hendra Wardana. Ia menilai tekanan terhadap IHSG memasuki kuartal IV 2026 tergolong cukup berat. Ia menekankan bahwa posisi net sell investor asing di pasar reguler yang telah menyentuh angka Rp108 triliun secara year to date mencerminkan krisis kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.

“Tekanan IHSG saat ini merupakan kombinasi faktor eksternal dan domestik. Yield US Treasury yang masih tinggi membuat aset dolar AS relatif lebih menarik sehingga dana global cenderung bertahan di pasar AS atau mengurangi eksposur ke emerging market,” ujar Hendra, Minggu (4/10/2026).

Hendra menambahkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS menjadi beban tambahan bagi pasar. Ia memprediksi IHSG memiliki peluang untuk melakukan technical rebound, namun pemulihan tersebut memerlukan katalis kuat seperti stabilitas rupiah dan perbaikan kinerja emiten pada kuartal III.

Sementara itu, optimisme teknikal datang dari Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta. Ia melihat bahwa posisi IHSG saat ini sudah berada di area jenuh jual (oversold). Indikator stochastic yang mulai membentuk pola golden cross dianggap sebagai sinyal potensi level bottom yang telah tercapai.

Nafan menyoroti data NFP AS September yang hanya bertambah 29.000, jauh di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini secara otomatis menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. “Ini bisa meningkatkan optimisme market. VIX Index saja turun 6,6% menjadi 15,31. Sentimen eksternal ini bagus bagi IHSG, terutama bagi saham-saham growth dan emiten yang sensitif terhadap suku bunga,” jelas Nafan, Minggu (4/10/2026).

Meskipun terdapat optimisme teknikal, Nafan tetap menyarankan investor untuk berhati-hati karena arus dana asing masih cenderung keluar. Untuk perdagangan awal pekan ini, ia memproyeksikan support IHSG berada di level 5.973 dan 5.851, dengan resistance di 6.180 hingga 6.335. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati meliputi ASII, ESSA, dan SMGR dengan strategi akumulasi beli.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar