Jakarta – Harga platinum mencatatkan tren pelemahan sepanjang periode September 2026, meski prospek fundamental logam mulia ini dinilai masih memiliki daya tahan kuat untuk sisa tahun berjalan.
Data dari Trading Economics menunjukkan, harga platinum menetap di level US$ 1.700 per ons troi pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026.
Angka tersebut mencerminkan koreksi mingguan sebesar 4,37 persen.
Dalam skala bulanan, komoditas ini telah terkoreksi hingga 7,31 persen.
Kendati demikian, para pelaku pasar tetap mencermati dinamika pasokan yang menipis sebagai katalis positif utama.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menilai posisi platinum lebih unggul dibandingkan logam mulia lainnya dari sisi fundamental.
“Platinum punya argumen paling kuat. Harganya turun paling sedikit di September, dan pasarnya ketat,” ujar Sutopo, Jumat (2/10/2026).
Kondisi pasar yang ketat ini didukung oleh proyeksi World Platinum Investment Council (WPIC) yang memperkirakan terjadinya defisit pasokan untuk keempat kalinya secara beruntun.
Stok platinum yang tersedia di atas tanah juga dilaporkan terus mengalami penurunan.
Permintaan dari sektor industri menjadi motor penggerak lain yang menjaga stabilitas harga.
Sutopo menambahkan, WPIC memprediksi pasar kembali defisit sebesar 283.000 ons pada semester II-2026.
“Permintaan industri naik 5 persen, terutama dari kaca, listrik, dan infrastruktur AI,” jelas Sutopo.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai adanya revisi proyeksi neraca platinum untuk keseluruhan tahun 2026 yang kini menunjukkan potensi surplus sebesar 265.000 ons.
Di sisi lain, tantangan eksternal turut membayangi pergerakan harga platinum hingga pengujung tahun.
Analis Komoditas dan Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menyoroti ketergantungan platinum pada dinamika sektor otomotif global.
“Platinum Group Metals (PGM) seperti platinum dan palladium akan sangat bergantung pada dinamika permintaan sektor industri otomotif serta ketahanan rantai pasok global di tengah tekanan penguatan dolar,” kata Wahyu.
Melihat kondisi tersebut, Wahyu memproyeksikan harga platinum pada akhir 2026 akan bergerak dalam rentang lebar antara US$ 1.300 hingga US$ 2.200 per ons troi.
Level dukungan atau support diprediksi berada di kisaran US$ 1.300 hingga US$ 1.500 per ons troi.
Sementara itu, peluang kenaikan harga atau resistance terbuka menuju level US$ 2.000 hingga US$ 2.200 per ons troi.
Secara lebih konservatif, Sutopo memproyeksikan pergerakan harga platinum berada di kisaran US$ 1.600 hingga US$ 1.900 per ons troi hingga akhir tahun.
Ia memetakan posisi support berada pada level US$ 1.650 hingga US$ 1.700.
Sedangkan untuk level resistance, ia memperkirakan harga dapat menguji titik US$ 1.790 hingga US$ 1.800 per ons troi.
Sentimen penguatan dolar Amerika Serikat diprediksi masih akan menjadi variabel penentu bagi komoditas logam mulia dalam jangka pendek.
Para pelaku pasar kini menanti perkembangan data industri otomotif dan konsumsi material untuk infrastruktur teknologi sebagai penentu arah harga selanjutnya.


















