IHSG Terkoreksi Tajam, Cermati Daftar Saham yang Dilepas Investor Asing

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa harus melepas posisi di atas level psikologis 7.000 setelah mengalami tekanan jual yang masif pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (8/5/2026). Reli penguatan selama empat hari beruntun pun terhenti.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup anjlok 204,92 poin atau terkoreksi 2,86% ke level 6.969,39. Sepanjang hari, indeks bergerak dalam rentang 6.969 hingga 7.186. Meskipun ditutup melemah tajam, secara mingguan IHSG tercatat masih menguat tipis sebesar 0,18%.

Koreksi pada hari Jumat dipicu oleh pelemahan pada hampir seluruh sektor. Dari 11 sektor yang ada, sebanyak 10 sektor berakhir di zona merah.

Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam dengan koreksi 7,80%. Tekanan juga menekan sektor transportasi sebesar 5,72%, sektor energi 4,59%, perindustrian 4,55%, serta barang konsumen nonprimer 3,39%.

Selain itu, sektor properti dan real estate menyusut 2,66%, barang konsumen primer turun 2,11%, teknologi melemah 1,91%, keuangan terkoreksi 1,48%, dan infrastruktur turun 0,32%. Di tengah sentimen negatif tersebut, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang berhasil melawan arus dengan kenaikan 0,70%.

Aktivitas perdagangan di pasar modal berlangsung cukup aktif dengan total volume transaksi mencapai 55,96 miliar saham. Adapun nilai transaksi tercatat sebesar Rp 35,88 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 575 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 133 saham yang mampu menguat dan sisanya stagnan.

Berikut adalah 10 saham dengan nilai jual bersih (net sell) terbesar oleh investor asing pada perdagangan Jumat:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 436,38 miliar
2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 82,88 miliar
3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 73,12 miliar
4. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 68,4 miliar
5. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 58,93 miliar
6. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 44,82 miliar
7. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 41,69 miliar
8. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 34,71 miliar
9. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 34,3 miliar
10. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 34,3 miliar

Rekomendasi