Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan menghadapi tekanan berat pada perdagangan pekan depan. Indeks diperkirakan bakal menguji level psikologis di angka 7.000 akibat sentimen negatif yang masih menyelimuti pasar global dan domestik.
Berdasarkan analisis teknikal, IHSG cenderung bergerak dalam rentang terbatas dengan tekanan yang belum mereda. Indeks diproyeksikan akan bergerak dengan level support di angka 7.000, pivot 7.200, dan resistance 7.300.
Tim riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik di sekitar Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang menjaga harga energi tetap tinggi. Meski gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah diperpanjang selama tiga pekan, pasar masih meragukan pemulihan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga volatilitas harga komoditas energi diprediksi terus berlanjut.
Selain dinamika geopolitik, perhatian investor pekan depan tertuju pada sejumlah agenda ekonomi krusial global. Pada 29 April, pasar akan memantau hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga AS di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Data ekonomi Amerika Serikat lainnya, seperti PDB kuartal I-2026, tingkat kepercayaan konsumen, data perumahan, hingga indeks inflasi PCE dan manufaktur (ISM), juga akan menjadi sorotan.
Di kawasan Asia, pelaku pasar mencermati keputusan Bank of Japan pada 28 April terkait suku bunga yang diperkirakan bertahan di level 0,75%. Sementara dari Eropa, kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) yang diprediksi tetap mempertahankan suku bunga masing-masing di level 2,15% dan 3,75% akan turut mewarnai sentimen pasar global.
Di tengah kondisi pasar yang menantang ini, investor disarankan untuk tetap waspada dan mencermati saham-saham yang berpotensi aktif diperdagangkan, di antaranya ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, dan SRTG.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing pihak.





















