Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan instruksi tegas kepada Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan kapal-kapal kecil Iran yang kedapatan menebar ranjau di perairan Selat Hormuz.
Perintah ini disampaikan menyusul aksi Iran yang dinilai kembali mencoba menghalangi jalur pelayaran strategis tersebut. Trump menegaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan intensitas operasi kapal penyapu ranjau AS di wilayah itu hingga tiga kali lipat.
“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan kapal mana pun, termasuk kapal kecil, yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz,” tegas Trump melalui pernyataan resminya.
Langkah keras ini diambil tidak lama setelah militer AS menyita sebuah kapal tanker yang diduga terlibat dalam penyelundupan minyak Iran. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur krusial yang dilewati oleh 20 persen perdagangan minyak mentah dan gas alam dunia.
Selain ketegangan maritim, Trump juga mengumumkan perpanjangan gencatan senjata di Lebanon selama tiga minggu ke depan. Kesepakatan jeda pertempuran antara Israel dan Hizbullah ini dicapai melalui mediasi di Gedung Putih yang melibatkan duta besar kedua negara.
Di sisi lain, upaya diplomatik untuk meredakan konflik antara AS dan Iran tampak menemui jalan buntu. Pertemuan mediasi di Islamabad yang sedianya digelar minggu ini batal terlaksana akibat belum adanya kesepakatan mengenai syarat negosiasi.
Iran menuntut AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal mereka, sementara pihak Gedung Putih tetap bersikeras agar Teheran membuka akses Selat Hormuz bagi lalu lintas internasional sebelum negosiasi dimulai.
Merespons memanasnya situasi, Paus Leo XIV dalam perjalanan pulangnya dari Afrika turut menyerukan agar AS dan Iran segera menempuh jalur dialog demi mengakhiri potensi perang yang lebih luas.






















