Israel dan Libanon Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata Selama Tiga Pekan

persen

Washington – Amerika Serikat secara resmi mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Libanon selama tiga pekan ke depan. Keputusan ini diambil di tengah upaya intensif Presiden Donald Trump untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai yang historis di antara kedua negara yang selama beberapa dekade terlibat konflik tersebut.

Trump menyatakan optimismenya mengenai peluang perdamaian dalam pertemuan di Gedung Putih bersama duta besar dari kedua negara. Ia bahkan menargetkan pertemuan langsung antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Libanon Joseph Aoun dalam beberapa pekan mendatang.

“Saya rasa ada peluang yang sangat baik untuk mencapai perdamaian. Saya rasa itu akan mudah,” ujar Trump kepada awak media.

Meski gencatan senjata telah diperpanjang, situasi di lapangan masih dipenuhi ketegangan. Hizbullah dilaporkan kembali menembakkan roket ke wilayah Israel utara sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel. Sebaliknya, militer Israel terus melakukan serangan ke target-target yang mereka klaim terkait Hizbullah, termasuk serangan drone di dekat Nabatieh yang menewaskan lima orang, salah satunya seorang jurnalis.

Sebelumnya, konflik berskala besar yang pecah sejak bulan lalu telah menelan korban jiwa lebih dari 2.450 orang di Libanon dan memicu eksodus sekitar satu juta penduduk. Serangan Israel tersebut merupakan balasan atas manuver Hizbullah menyusul terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pihak Libanon sendiri sebenarnya mengharapkan perpanjangan gencatan senjata selama satu bulan dengan syarat adanya penghentian total serangan terhadap warga sipil, jurnalis, serta fasilitas medis dan pendidikan. Sementara itu, Israel menegaskan tetap memegang hak untuk melakukan tindakan militer terhadap setiap ancaman yang dianggap mendesak atau sedang berlangsung.

Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, menyatakan bahwa negaranya berkomitmen pada perdamaian dan menilai Hizbullah saat ini semakin melemah akibat serangkaian serangan terhadap sekutu utamanya, Iran.

Selain masalah Libanon, Trump juga mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Iran. Langkah ini diambil meskipun negosiasi antara Washington dan Teheran sempat mengalami kebuntuan akibat blokade angkatan laut yang diterapkan Amerika Serikat.

Rekomendasi