KAI Targetkan Perluasan Jaringan Rel Kereta Hingga 60 Ribu Kilometer

persen

kai-targetkan-tambah-rel-kereta-api-hingga-60-ribu-km-pada-2045
KAI Targetkan Tambah Rel Kereta Api Hingga 60 Ribu Km pada 2045

Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang 2025, yang ditandai dengan kenaikan laba bersih menjadi Rp2,3 triliun serta peningkatan volume penumpang hingga 493 juta orang. Capaian ini menjadi modal utama perusahaan dalam mengejar ambisi besar menjadi operator kereta api berstandar dunia.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun peta jalan transformasi jangka panjang hingga 2045. Salah satu target ambisius yang dipatok adalah memperluas jaringan rel kereta api aktif dari saat ini 6.700 km menjadi 60.000 km.

“Kami telah mencanangkan roadmap KAI menjadi world class operator yang didefinisikan oleh standar internasional UIC. Target kami dari 2025 sampai 2045 dibagi ke dalam lima tahapan,” ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6).

Bobby merinci, sebagai langkah awal, KAI menargetkan penambahan panjang rel aktif menjadi lebih dari 7.000 km pada 2030. Target ini diproyeksikan sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang diharapkan melonjak dari Rp35,7 triliun menjadi Rp66 triliun.

Selanjutnya, perusahaan akan memasuki fase titik balik transformasi pada 2035 untuk memperkuat kapabilitas inti. “Pada tahap tersebut, kami menargetkan jaringan rel aktif dapat mencapai 37.000 hingga 60.000 kilometer pada 2045,” tambahnya.

Selain ekspansi infrastruktur, KAI juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Sepanjang 2025, jumlah penumpang naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan mayoritas merupakan pelanggan layanan Public Service Obligation (PSO).

Tingkat ketepatan waktu atau on-time performance juga menunjukkan perbaikan signifikan. Keberangkatan kereta api kini mencapai 99,53 persen, sementara kedatangan mencapai 95,93 persen.

Dari sisi finansial, selain laba bersih yang tumbuh 2 persen, kontribusi KAI terhadap penerimaan negara juga melonjak drastis dari Rp4,4 triliun menjadi Rp6,8 triliun. EBITDA perusahaan pun tercatat naik 7 persen menjadi Rp8,3 triliun.

Rekomendasi