Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menggencarkan upaya penutupan perlintasan sebidang liar guna menekan angka kecelakaan di jalur kereta api. Hingga April 2026, KAI tercatat telah menutup sebanyak 44 perlintasan liar, menambah daftar panjang penutupan yang telah dilakukan sejak tahun 2021 hingga mencapai total 1.329 titik.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa langkah tegas ini diambil demi menciptakan ruang perjalanan yang lebih aman bagi masyarakat. KAI mencatat bahwa sebagian besar kecelakaan atau sekitar 80 persen kejadian di perlintasan sebidang terjadi di titik-titik yang tidak terjaga.
Data KAI menunjukkan tren penutupan perlintasan liar yang konsisten setiap tahunnya. Rinciannya, 324 titik ditutup pada 2021, 292 titik pada 2022, 107 titik pada 2023, 289 titik pada 2024, 273 titik pada 2025, dan 44 titik sepanjang Januari hingga April 2026. Saat ini, dari total 3.674 perlintasan sebidang yang ada, sebanyak 1.810 titik menjadi fokus perhatian perusahaan.
Untuk menangani 1.810 perlintasan tersebut, KAI membagi dua kategori langkah penanganan. Sebanyak 172 titik akan ditata dan ditutup lantaran kondisi jalan yang terbatas, sedangkan 1.638 perlintasan lainnya akan diprioritaskan untuk peningkatan fasilitas keselamatan, seperti pemasangan sirine, lampu peringatan, kamera CCTV, hingga panic button. KAI juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
Menurut catatan KAI, periode 2023 hingga 2026 telah menelan 948 korban akibat insiden di perlintasan sebidang. Penyebab utamanya didominasi oleh perilaku pengendara yang menerobos, tidak berhenti, atau abai memperhatikan kondisi di sekitar sebelum melintas.
Anne menegaskan bahwa kereta api memerlukan ruang aman untuk melintas karena memiliki jalur khusus. Ia mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak, menoleh ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi perlintasan.
Membangun budaya tertib di perlintasan sebidang menjadi krusial. Hal ini tidak hanya menjamin keselamatan bagi pengguna jalan, tetapi juga melindungi ribuan nyawa penumpang yang berada di dalam gerbong kereta api setiap harinya.
























