Padang – Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, memulai salat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam. Mereka akan memulai puasa Ramadan 1447 Hijriah lebih awal, yakni pada Selasa (17/2/2026).
Salat tarawih perdana ini berlangsung di Surau Baru dan Musala Baitul Ma’mur, Kecamatan Pauh.
Penetapan awal Ramadan oleh jemaah Tarekat Naqsyabandiyah ini berbeda dengan pemerintah, yang baru akan menggelar sidang isbat pada Selasa (17/2/2026).
Puluhan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah tampak memenuhi Musala Baitul Ma’mur. Mereka khusyuk mendengarkan kultum sebelum salat tarawih dimulai sekitar pukul 20.55 WIB.
Salat tarawih yang dilaksanakan sebanyak 23 rakaat, termasuk witir, selesai pada pukul 22.10 WIB.
“Alhamdulillah pelaksanaan tarawih malam ini serentak di beberapa titik untuk jemaah Tarekat Naqsyabandiyah,” ujar Imam Musala Baitul Ma’mur, Alfitman, usai salat.
Alfitman menjelaskan, penetapan awal Ramadan ini berdasarkan perhitungan hisab, rukyat, dan dalil kias yang terdapat dalam kalender khusus mereka.
“Kami berdasarkan hisab, rukyat, dan dalil kias. Kami punya kalender. Sehingga besok puasa, dan malam ini sudah mulai tarawih,” pungkasnya.





















