Jakarta – Kabar duka menyelimuti Indonesia. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin (2/3) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Pemerintah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mewakili pemerintah menyampaikan doa untuk almarhum Try Sutrisno.
“Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan diri, mendharmabaktikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara,” ujar Prasetyo.
Prasetyo mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar almarhum diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya.
“Mari kita panjatkan doa supaya beliau diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima seluruh amal dan perbuatan. Apalagi beliau dipanggil menghadap Allah SWT di bulan Ramadan yang suci,” katanya.
Pemerintah juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan.
Prasetyo menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum Try Sutrisno.
“Kami mewakili pemerintah, sejak tadi pagi sudah berkoordinasi dengan RSPAD, garnisun, Kemensetneg kami minta untuk memberikan perhatian yang terbaik yang bisa kita berikan kepada Almarhum Bapak Try Sutrisno,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prasetyo mengajak generasi penerus bangsa untuk meneladani pengabdian Try Sutrisno kepada bangsa dan negara.
“Marilah kita generasi muda untuk meneladani apa yang sudah beliau contohkan kepada kita dalam memberikan dharma bakti terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia,” pungkasnya.
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia merupakan purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat yang dikenal sebagai tokoh militer berpengaruh dan aktif dalam isu-isu strategis kenegaraan.
Jenazah almarhum rencananya akan dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat.






















