Padang – Pemerintah Kota Padang kini memperketat standar respons darurat medis dengan menargetkan waktu kedatangan tim medis ke lokasi maksimal 15 menit. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan layanan Public Safety Center (PSC) 119 dan program “Dokter Warga” guna menekan angka fatalitas pasien kritis.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Irwandi, menegaskan bahwa layanan PSC 119 beroperasi penuh selama 24 jam tanpa memungut biaya sepeser pun. Dalam operasionalnya, petugas menggunakan sistem triase berbasis warna untuk memprioritaskan penanganan, mulai dari zona merah untuk kondisi kritis hingga zona hijau untuk kategori non-darurat.
“Kami menetapkan SOP ketat dengan target penyelesaian triase dalam lima menit dan kedatangan tim medis maksimal 15 menit di lokasi kejadian,” ujar Irwandi, Rabu (24/6/2026).
Namun, Irwandi menyayangkan masih tingginya angka panggilan iseng atau prank calls yang masuk ke sistem. Menurutnya, tindakan tidak bertanggung jawab tersebut sangat menghambat performa layanan karena memicu antrean panggilan yang tidak perlu.
“Masyarakat diimbau untuk bijak dan hanya menghubungi nomor tersebut dalam situasi darurat medis nyata,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menjelaskan bahwa program “Dokter Warga” dirancang khusus untuk membantu keluarga prasejahtera yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. Melalui program ini, tim medis akan mendatangi langsung kediaman warga untuk memberikan pemeriksaan berkala hingga memfasilitasi rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.
“Bagi warga yang membutuhkan pelayanan namun terkendala ekonomi, silakan hubungi 119 atau petugas Puskesmas setempat,” kata Srikurnia.
Berdasarkan data periode Februari 2025 hingga Mei 2026, efektivitas layanan ini terbukti signifikan dengan mencatatkan 346 panggilan masuk, 967 laporan masyarakat, serta 530 kunjungan langsung ke rumah warga. Seluruh layanan ini kini telah terintegrasi dengan program BPJS Kesehatan Gratis Pemkot Padang, yang didukung oleh seluruh rumah sakit dan sembilan Puskesmas di wilayah tersebut.






















