Majalengka – Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan seluruh jamaah calon haji yang akan diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memenuhi syarat kesehatan.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan seluruh calon haji yang berangkat melalui Embarkasi Kertajati sudah menjalani pemeriksaan medis sesuai standar yang ditetapkan.
“Seluruh jamaah yang berangkat, termasuk rombongan hari ini dipastikan telah memenuhi standar kriteria kesehatan hasil diagnosis dokter,” kata Eman.
Ia menegaskan pemantauan kondisi kesehatan jamaah dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas haji, mulai sebelum keberangkatan hingga selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Selain soal kesehatan, pemerintah daerah juga mengingatkan jamaah agar menjaga kekompakan selama berada di Makkah dan Madinah.
Eman menyebut kondisi bangunan yang hampir serupa serta kendala bahasa dapat meningkatkan risiko jamaah tersasar.
“Keadaan di sana bangunannya hampir serupa, risiko tersasar sangat besar ditambah kendala bahasa,” ujarnya.
Ia pun meminta para jamaah tidak memisahkan diri dari rombongan agar terhindar dari risiko kehilangan arah selama menjalankan ibadah.
Sebanyak 437 calon haji yang tergabung dalam kloter 6 telah diberangkatkan sebagai rombongan pertama dari Majalengka menuju Asrama Haji Indramayu.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Majalengka, Abu Mansur, mengatakan jumlah itu merupakan bagian dari total kuota 729 calon haji asal Majalengka.
“Kloter ini mengawali keberangkatan dengan total 437 orang menggunakan 11 armada bus,” kata Abu.
Dalam rombongan tersebut, terdapat 12 calon haji pengguna kursi roda yang akan mendapat pendampingan khusus selama menjalankan ibadah.
Rombongan dijadwalkan masuk asrama haji pada Sabtu pukul 15.00 WIB sebelum diberangkatkan keesokan harinya melalui Bandara Internasional Kertajati.
Sementara itu, sisa calon haji asal Majalengka akan diberangkatkan secara bertahap melalui kloter 23, 29, dan 39 pada Mei 2026 bersama rombongan dari daerah lain.




















