Pemerintah Prediksi Kuota Subsidi LPG 3 Kg Bengkak 8% Tahun Ini

persen

Pemerintah Prediksi Kuota Subsidi LPG 3 Kg Bengkak 8% Tahun Ini

Jakarta – Pemerintah memproyeksikan realisasi penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram akan melampaui kuota yang telah ditetapkan dalam APBN 2026.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kuota subsidi LPG tahun ini dipatok sebesar 8 juta metrik ton (mt).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa prognosa penyaluran hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 8,677 juta mt, dikutip dari Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Angka tersebut menunjukkan potensi pembengkakan kuota sebesar 677 ribu mt atau sekitar 8,46 persen dari target awal.

Perhitungan proyeksi ini didasarkan pada rata-rata penyaluran harian di tingkat kabupaten dan kota sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.

Senada dengan kondisi LPG, PT Pertamina (Persero) turut memprediksi realisasi penyaluran subsidi Pertalite bakal melebihi target tahun ini dengan estimasi di atas 8,5 persen.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Oki Muraza, menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi LPG 3 kg dipicu oleh pertumbuhan penduduk nasional dan ekonomi yang terus meningkat.

“Selain itu kebutuhan menjaga ketersediaan menjelang periode natal dan tahun baru (2027),” ujar Oki dalam kesempatan yang sama, Rabu (26/8/2026).

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina kini memperketat pengendalian penyaluran melalui pendaftaran 79,7 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) konsumen dalam sistem subsidi tepat.

Perusahaan juga melakukan pemadanan data secara intensif dengan data kependudukan dan pencatatan sipil serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Di sisi lain, pemerintah telah menyusun anggaran subsidi energi sebesar Rp 272,9 triliun dalam rancangan APBN 2027.

Nilai tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp 45,6 triliun atau 20,06 persen dibandingkan dengan proyeksi subsidi pada APBN 2026.

Alokasi subsidi energi tersebut mencakup bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar, minyak tanah, LPG 3 kg, serta subsidi listrik.

Dalam dokumen Nota Keuangan, pemerintah merencanakan anggaran subsidi untuk jenis BBM tertentu dan LPG 3 kg sebesar Rp 142,8 triliun pada RAPBN 2027.

Angka tersebut meningkat 22,2 persen dibandingkan dengan outlook tahun 2026 yang sebesar Rp 116,85 triliun, dikutip dari Dokumen Nota Keuangan, Selasa (18/8/2026).

Pemerintah menetapkan sejumlah asumsi dalam RAPBN 2027, termasuk subsidi tetap Solar sebesar Rp 1.000 per liter.

Volume penyaluran BBM Solar dipatok sebesar 19,5 juta kiloliter (kl), sedangkan minyak tanah ditetapkan sebanyak 539 ribu kl.

Untuk LPG tabung 3 kg, pemerintah menargetkan volume penyaluran sebesar 8.945 juta kilogram dalam rencana anggaran tahun depan.

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan parameter nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Rekomendasi

Tinggalkan komentar