Prabowo Pastikan Perjanjian Dagang AS Lindungi Kepentingan Nasional

persen

prabowo-soal-tarif-resiprokal-as:-kepentingan-ri-tak-bisa-ditawar
Prabowo soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan RI Tak Bisa Ditawar

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memastikan perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah melalui kajian mendalam. Ia menegaskan kepentingan nasional menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan.

Prabowo menyatakan tidak akan mengorbankan kepentingan Indonesia, termasuk dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS.

Penegasan ini disampaikan terkait penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen dalam perjanjian tersebut.

“Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi, Sabtu (21/3).

“Jika saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, maka kita bisa meninggalkannya,” imbuhnya.

Prabowo juga mengungkapkan Indonesia mendapatkan perlakuan khusus dari Presiden AS saat itu, Donald Trump.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki ruang untuk melakukan negosiasi jika perjanjian tersebut dinilai merugikan.

“Dalam perjanjian kemarin, kita sepakat bahwa jika ada hal-hal yang belum berkenan bagi kedua pihak atau bertentangan dengan kepentingan kita, maka akan dibuat klausul penyesuaian,” jelasnya.

Menurut Prabowo, klausul semacam ini tidak dimiliki negara lain dalam perjanjian serupa dengan AS.

Lebih lanjut, Prabowo menilai Indonesia mendapatkan keuntungan signifikan dari kesepakatan ini.

Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional, seperti kopi dan minyak sawit, mendapatkan tarif nol persen.

“Dalam perjanjian ini, ada 1.819 komoditas kita yang tarifnya nol persen. Tentu ini menguntungkan,” kata Prabowo.

Menanggapi kemungkinan Indonesia mengikuti langkah Malaysia yang membatalkan perjanjian dagang dengan AS, Prabowo menegaskan pemerintah akan bersikap rasional.

“Kita pasti mencari yang menguntungkan, bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Rekomendasi