Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kini mengintegrasikan target produksi pupuk dengan standar keberlanjutan lingkungan yang ketat sepanjang semester I 2026.
Perusahaan berhasil merealisasikan produksi sebesar 3,44 juta ton, yang mencakup 1,85 juta ton Urea, 165 ribu ton NPK, dan 1,42 juta ton Amonia.
Capaian tersebut merepresentasikan 52,32 persen dari target tahunan perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menyatakan bahwa efisiensi operasional menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani.
“Kami terus memaksimalkan kinerja produksi agar kebutuhan pupuk nasional terpenuhi dan seluruh upaya ini bermuara pada peningkatan produktivitas petani,” ujar Rafli, Rabu (15/7/2026).
Optimisme perusahaan untuk mencapai target tahunan didukung oleh keberhasilan penerapan teknologi Smart Production dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Strategi ini terbukti efektif setelah perusahaan sukses melampaui target produksi pada tahun 2025 yang mencapai 6,67 juta ton.
Di samping produktivitas, Pupuk Kaltim kini memprioritaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap lini bisnisnya.
Salah satu bukti nyata adalah keberhasilan proyek peremajaan Revamping Ammonia Pabrik-2 yang mampu menekan konsumsi gas sebesar 10 persen.
Inisiatif tersebut juga berhasil memangkas emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.
Perusahaan saat ini juga tengah merampungkan pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia yang memanfaatkan emisi CO2 sebagai bahan baku utama.
Fasilitas ini diproyeksikan mampu menyerap 174.000 ton CO2 per tahun sebagai wujud nyata penerapan ekonomi sirkular.
Ke depan, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus mengembangkan clean ammonia guna mendukung transisi industri menuju rendah karbon.
Rafli menegaskan bahwa penerapan ESG merupakan fondasi bisnis jangka panjang untuk menyelaraskan pertumbuhan perusahaan dengan kelestarian lingkungan.






















