Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang solid dan terjaga dengan baik. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas sentimen negatif “sell Indonesia” yang sempat dilontarkan oleh pihak asing di media internasional.
Purbaya menilai, seruan untuk melepas aset di Indonesia tersebut muncul akibat kurangnya pemahaman pihak terkait mengenai realitas ekonomi domestik yang sebenarnya.
“Itu kan diterbitkan, saya baca di Bloomberg ya, itu salah satu penulis mungkin yang enggak tahu keadaan Indonesia seperti apa,” ujar Purbaya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6).
Sebelumnya, Kepala Riset K2 Asset Management, George Boubouras, dalam laporan Bloomberg menyatakan telah menarik seluruh investasinya dari Indonesia sejak 2024. Manajer hedge fund dengan kelolaan aset US$4,3 miliar tersebut secara terbuka menyatakan tidak mengenal Indonesia dan enggan memberikan kesempatan investasi.
Menanggapi sikap tersebut, pemerintah kini lebih proaktif dalam menyajikan data transparan kepada pelaku pasar. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mempercepat rilis laporan APBN Kita pada Jumat (5/6) agar investor mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi fiskal nasional.
Purbaya mengimbau para investor untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan dan lebih teliti dalam mencermati data ekonomi yang tersedia. Ia menjamin bahwa stabilitas pembangunan nasional tetap terjaga di bawah kepemimpinan Presiden.
“Teman-teman investor, tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonominya seperti apa. Yang bisa saya katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus,” tegasnya.




















