Rektor ITB Jemput Assyifa, Kirim Pesan Rindu ke Ibu

persen

kisah-assyifa-siswa-di-pariaman-lulus-itb,-dijemput-rektor-pesan-ke-wa-ibu-yang-sudah-wafat
Kisah Assyifa Siswa di Pariaman Lulus ITB, Dijemput Rektor-Pesan ke WA Ibu yang Sudah Wafat

Pariaman – Momen haru terjadi di Kota Pariaman, Sumatera Barat, saat Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Tatacipta Dirgantara, mendatangi langsung kediaman Assyifa Rahma Fiandra (17).

Kedatangan rektor ini untuk menjemput Assyifa, siswi SMAN 1 Pariaman yang baru saja diterima di Program Studi Geologi ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

Assyifa, putri dari Radikal (52) dan almarhumah Fitriani, kehilangan ibunya pada tahun 2023 akibat kecelakaan saat mengantarnya ke sekolah.

Kelulusan di ITB ini menjadi hadiah terindah bagi Assyifa untuk mendiang ibunya.

“Alhamdulillah diterima di ITB, bunda,” tulis Assyifa dalam pesan WhatsApp yang masih ia kirimkan ke nomor ibunya.

Meskipun tahu tak akan ada balasan, Assyifa sering mengirim pesan ke ibunya sebagai cara untuk melepas rindu.

“Jujur Assyifa tidak menyangka, diterima di ITB ini masih tidak menyangka. Terharu. Ini kado untuk bunda,” ujarnya.

Kehilangan sosok ibu tak memadamkan semangat Assyifa. Ia bangkit dengan tekad kuat mengejar mimpi-mimpinya.

Berbagai prestasi berhasil diraih, termasuk Juara 1 Olimpiade Kebumian SMAN 3 Padang dan Olimpiade Kebumian SMAPSIC SMAN 1 Padang.

Ketertarikan pada ilmu kebumian dan geologi mengantarkannya ke ITB.

Assyifa dijadwalkan berangkat ke Bandung pada Juni 2026.

Rektor ITB berpesan agar Assyifa menjadi mahasiswa yang membanggakan dan berprestasi.

“Pesan pak rektor dan tim, mereka berharap nanti Assyifa di sana jadi mahasiswa membanggakan dan berprestasi. ‘Kami menunggu di Bandung’,” kata Assyifa menirukan pesan rektor.

Assyifa mengenang perjuangan ibunya yang selalu mendukungnya untuk terus belajar, termasuk mimpi kuliah di ITB.

Kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya terjadi saat mengantarnya ke sekolah.

“Waktu itu Assyifa kelas 10, hari Kamis 26 Oktober 2023, bunda mengantarkan ke sekolah dengan sepeda motor. Di persimpangan, kami berdua ditabrak mobil,” kenangnya.

Assyifa terseret sejauh 20 meter, sementara ibunya terpental.

Assyifa menjalani operasi tulang panggul, sementara ibunya koma di ICU sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Alumni Geologi ITB, Nofrins Napilus, yang ikut dalam rombongan rektor, mengaku terharu dengan perjuangan Assyifa dan mengapresiasi langkah rektor yang mendatangi langsung calon mahasiswanya.

“Ini memberikan motivasi lebih bahwa calon mahasiswa dengan lika liku perjuangannya, untuk bisa kuliah,” kata Nofrins.

Rekomendasi