New York – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (9/7/2026).
Indeks Nasdaq memimpin kenaikan dengan melesat 1,30 persen ke level 26.206,89.
Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,81 persen ke posisi 7.543,66.
Indeks Dow Jones Industrial Average juga ikut terdongkrak sebesar 0,27 persen menjadi 52.487,41.
Dominasi sektor teknologi, khususnya saham-saham semikonduktor, menjadi motor utama yang menjaga optimisme investor Wall Street.
Sentimen positif tersebut muncul meski pasar sempat dihantui kekhawatiran akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah pemerintah Iran menyatakan telah melancarkan serangan balasan terhadap target militer Amerika Serikat di Kuwait, Qatar, dan Bahrain.
Serangan tersebut merupakan respons atas aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran sehari sebelumnya.
Namun, kekhawatiran tersebut tertutupi oleh performa sektor teknologi.
Indeks semikonduktor PHLX mencatatkan kenaikan sebesar 3,06 persen sekaligus menjadi hari kedua penguatan berturut-turut.
Pemicu utama lonjakan ini adalah rencana investasi besar-besaran dari Micron Technology.
Perusahaan tersebut mengumumkan komitmen investasi lebih dari US$ 250 miliar di Amerika Serikat hingga tahun 2035.
Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi lonjakan permintaan chip memori yang dipacu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
Saham Micron Technology pun menanggapi dengan kenaikan harga sebesar 4,5 persen.
Emiten teknologi lainnya seperti Applied Materials menguat 3,2 persen, sementara Sandisk melesat 7,6 persen.
Pergerakan saham Meta Platforms juga turut positif setelah muncul laporan rencana produksi chip AI mulai September mendatang.
Analis strategi investasi di Baird, Louisville, Kentucky, Ross Mayfield, memberikan pandangannya terkait kondisi pasar saat ini.
“Ini masih merupakan pasar bullish yang didorong AI,” ujarnya dikutip dari Reuters, Kamis (9/7/2026).
Ross menambahkan bahwa reli yang sempat meluas ke sektor lain kini menghadapi tantangan baru.
“Sempat terlihat reli mulai meluas ke sektor lain, tetapi itu bergantung pada harga minyak dan suku bunga yang tetap stabil. Dengan memanasnya konflik di Timur Tengah, prospek reli yang lebih luas menjadi dipertanyakan,” jelasnya.
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 berhasil ditutup di zona hijau.
Sektor teknologi informasi memimpin dengan kenaikan 1,65 persen, diikuti sektor consumer discretionary sebesar 1,46 persen.
Di sisi lain, saham PepsiCo justru terkoreksi 3,3 persen meski laba kuartal kedua melampaui estimasi.
Saham Costco Wholesale bahkan merosot 4,2 persen ke level terendah dalam enam bulan akibat perlambatan penjualan toko yang telah beroperasi.
Data makroekonomi menunjukkan stabilitas pasar tenaga kerja dengan penurunan jumlah klaim baru tunjangan pengangguran.
Investor kini mengalihkan fokus pada musim laporan keuangan kuartalan.
Laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diproyeksikan tumbuh rata-rata 24 persen secara tahunan.
Perusahaan teknologi diperkirakan menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan laba tersebut menurut data LSEG I/B/E/S.





















