Jakarta – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) dijadwalkan akan melakukan pembayaran dividen tunai perdana kepada para pemegang saham pada Jumat, 10 Juli 2026.
Distribusi laba ini menjadi sorotan pasar karena harga saham emiten pengelola jaringan ritel MR DIY tersebut justru menunjukkan tren penguatan pasca-tanggal cum date.
Perseroan mengalokasikan dividen tunai senilai Rp 17,62 per saham dengan total nilai mencapai Rp 443,85 miliar.
Angka tersebut merepresentasikan 40 persen dari perolehan laba bersih perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan data perdagangan, harga saham MDIY berada di level Rp 850 saat cum date pada 22 Juni lalu, yang menempatkan dividend yield di kisaran 2,07 persen.
Berbeda dengan fenomena dividend trap yang sering kali menekan harga saham setelah pembagian dividen, saham MDIY justru mencatatkan apresiasi sebesar 5,88 persen.
Harga saham tersebut sempat ditutup di level Rp 900 pada awal pekan ini dan terus bergerak ke level Rp 910 pada Kamis (9/7) pukul 10:46 WIB.
Kondisi ini memberikan keuntungan ganda bagi investor yang memegang saham sejak cum date, yakni berupa dividen serta potensi capital gain dari kenaikan harga.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menyebutkan bahwa pasar merespons positif karena tidak hanya berfokus pada dividen jangka pendek.
Minat pelaku pasar dinilai lebih banyak didorong oleh prospek fundamental perusahaan yang solid, termasuk efektivitas ekspansi gerai dan pertumbuhan omzet.
“Dengan ekspansi gerai yang masih agresif, pertumbuhan penjualan yang kuat, dan profitabilitas yang terus meningkat, ruang perseroan untuk menjaga kebijakan distribusi dividen ke depan masih cukup terbuka,” ujar Abdul Azis, Kamis (9/7), dikutip dari laporan analisis pasar.
Azis menambahkan bahwa model bisnis ritel kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau memberikan posisi defensif bagi perusahaan.
Strategi ini dinilai sangat relevan di tengah perilaku konsumen yang semakin selektif dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan harian.
Kinerja keuangan MDIY juga menunjukkan performa impresif pada kuartal pertama tahun 2026.
Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,36 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,81 triliun.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut melonjak menjadi Rp 305,89 miliar dari sebelumnya Rp 225,2 miliar.
Kenaikan tersebut berimplikasi pada laba per saham yang meningkat menjadi Rp 12,14 dari posisi sebelumnya di angka Rp 8,94 per saham.
Hingga akhir Maret 2026, perusahaan tercatat telah mengoperasikan sebanyak 1.278 toko di seluruh Indonesia.
Jaringan toko tersebut tersebar luas di 432 kabupaten dan kota, termasuk wilayah lapis kedua dan ketiga yang belum memiliki kompetitor dominan.
Equity Analyst Ajaib Sekuritas, Alvin Timothy Murthi, menilai keberhasilan MDIY melampaui rata-rata pertumbuhan industri didukung oleh disiplin ekspansi.
“Kemampuan MDIY melampaui pertumbuhan industri ditopang disiplin ekspansi serta value proposition yang kuat melalui produk terjangkau dan aksesibilitas toko yang luas,” kata Alvin, dikutip dari catatan riset sekuritas.
Alvin menambahkan bahwa rasio utang yang relatif rendah memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menjaga daya saing harga.
“Dengan rasio utang yang rendah dan arus kas yang kuat, MDIY memiliki ruang untuk mendukung pertumbuhan sekaligus mempertahankan proposisi harga yang kompetitif,” jelasnya.





















