SMDR Tebar Dividen Rp 196,5 Miliar bagi Para Pemegang Saham

persen

Jakarta – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) resmi mengalokasikan laba bersih tahun buku 2025 untuk pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham dengan nilai total mencapai Rp 196,5 miliar. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta.

Direktur Utama SMDR, Bani Maulana Mulia, merinci bahwa total dividen tersebut setara dengan Rp 12 per saham. Angka ini merupakan akumulasi dari dividen final sebesar Rp 155,6 miliar atau Rp 9,5 per saham, serta dividen interim senilai Rp 40,9 miliar atau Rp 2,5 per saham yang sebelumnya telah disalurkan kepada investor pada 29 Agustus 2025.

Selain menetapkan pembagian dividen, manajemen perseroan memutuskan untuk mengalokasikan sisa laba tahun buku 2025 sebagai cadangan wajib dan laba ditahan. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus mendukung rencana ekspansi bisnis yang akan dijalankan pada periode mendatang.

Dalam upaya memperkuat kapasitas operasional, Samudera Indonesia berencana menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III dengan nilai emisi sebesar Rp 700 miliar. Dana hasil penerbitan sukuk tersebut akan digunakan untuk membiayai pengadaan armada baru, yakni dua kapal tanker berkapasitas 4.000 DWT dan satu kapal kontainer berkapasitas 10.100 DWT. Strategi investasi ini diproyeksikan dapat menopang pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik dan pelayaran.

Kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2025 tercatat positif dengan perolehan laba bersih sebesar USD 52,1 juta. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh kinerja pendapatan yang meningkat 9 persen (yoy) menjadi USD 801,7 juta.

Selain itu, efisiensi operasional perusahaan tecermin dari capaian EBITDA yang mencapai USD 200,2 juta atau tumbuh signifikan sebesar 18 persen (yoy). Hingga penutupan tahun 2025, posisi keuangan perseroan dinilai tetap solid dengan total aset lancar sebesar USD 623,6 juta, yang di dalamnya mencakup posisi kas dan setara kas senilai USD 317,7 juta.

Dari sisi kewajiban, perusahaan mencatat utang bank jangka pendek sebesar USD 42,3 juta, Sukuk Ijarah senilai USD 49,7 juta, serta utang bank jangka panjang sebesar USD 160,5 juta. Dengan struktur permodalan tersebut, ekuitas perseroan per akhir 2025 berada di posisi yang cukup kuat, yakni mencapai USD 773,5 juta. Manajemen menegaskan bahwa posisi keuangan yang stabil ini akan menjadi landasan bagi perseroan untuk terus meningkatkan daya saing di sektor transportasi laut nasional maupun internasional.

Rekomendasi