Transaksi Saham BEI Tembus Rp16,37 Triliun, BBCA dan ANTM Pimpin Nilai Dagang

persen

JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi primadona di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa, 2 September 2025, mencatat nilai transaksi terbesar di antara total Rp16,37 triliun. Kinerja BBCA turut menyumbang signifikan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,85% dan ditutup di level 7.801,59, memutus tren koreksi dua hari sebelumnya.

Transaksi saham BBCA membukukan nilai fantastis sebesar Rp1,57 triliun, setara dengan 9,61% dari total nilai perdagangan harian. Di posisi kedua, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga mencatat transaksi besar mencapai Rp1,50 triliun atau 9,18%.

Dominasi transaksi juga terlihat dari saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menempati peringkat ketiga dengan nilai Rp992 miliar (6,06%). Sementara itu, saham emiten pertambangan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) membukukan Rp816 miliar atau 4,98% dari total transaksi.

Selain bank dan tambang besar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut menyumbang Rp448 miliar (2,74%). Sektor teknologi digital diwakili oleh PT WIR Asia Tbk. (WIRG) dengan transaksi sebesar Rp405 miliar atau 2,47%.

Daftar saham dengan nilai transaksi besar lainnya termasuk PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang mencapai Rp394 miliar (2,41%), diikuti oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) dengan Rp293 miliar (1,79%), serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp277 miliar (1,69%).

Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan kekuatan dengan menguat 0,85% menuju level penutupan 7.801,59. Sepanjang sesi perdagangan, indeks komposit bergerak di rentang 7.771 hingga 7.842, bahkan sempat menguat 1,17% pada sesi I ke 7.826.

Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan bahwa IHSG berhasil bangkit setelah mengalami koreksi selama dua hari berturut-turut. Semua indeks sektoral terpantau “menghijau”, dengan penguatan terbesar dipimpin oleh sektor Basic dan Industri (IDXBasic dan IDXIndustry).

Kenaikan harga emas dunia yang menembus level US$3.500 juga menjadi katalis positif, mendorong lonjakan signifikan pada sejumlah saham tambang emas. Di tingkat regional, bursa Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi; Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite terkoreksi, sementara indeks lainnya cenderung positif.

Rekomendasi