Washington DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak wacana gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran. Penolakan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Trump menegaskan sikapnya kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih, Jumat (20/3/2026). Ia mengklaim bahwa Iran telah mengalami pelemahan signifikan akibat serangan gabungan.
“Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tahu, anda tidak melakukan gencatan senjata ketika anda benar-benar menghancurkan pihak lain,” tegas Trump.
Trump juga menyatakan bahwa AS dan Israel memiliki tujuan yang sejalan dalam konflik ini. “Kami menginginkan kemenangan, kami berdua,” ujarnya.
Meskipun sebelumnya membuka peluang dialog, Trump menilai saat ini tidak ada pihak yang bisa diajak berbicara setelah serangkaian serangan yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran.
Sementara itu, Iran menolak wacana gencatan senjata dan menuding Amerika Serikat bertanggung jawab atas konflik yang meluas di kawasan.
Trump juga menyinggung pentingnya Selat Hormuz dalam jalur distribusi energi global. Namun, ia menilai AS tidak bergantung pada jalur tersebut.
“Kita tidak menggunakan selat itu… Kita tidak membutuhkannya. Eropa membutuhkannya. Korea Selatan, Jepang, China… Jadi mereka harus sedikit terlibat,” kata Trump.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk lebih dari 150 anak-anak.
Iran merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan wilayah Israel serta aset terkait AS, memperburuk konflik di Timur Tengah.




















