XL Axiata Jadi Pemenang Terbesar Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XL Axiata Jadi Pemenang Terbesar Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi merampungkan lelang frekuensi pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz bulan ini, yang melibatkan tiga operator seluler besar yakni XLSmart, Telkomsel, dan Indosat.

Hasil lelang tersebut memicu perubahan signifikan dalam peta kekuatan industri telekomunikasi nasional melalui distribusi spektrum yang jauh lebih merata dibandingkan periode sebelumnya.

Analis saham menilai XLSmart menjadi pihak yang paling diuntungkan dari hasil lelang ini.

Penambahan spektrum tersebut dianggap krusial dalam memperkuat kapasitas jaringan yang dibutuhkan perusahaan pascamerger.

“XLSmart adalah pemenang relatif terbesar karena spektrum tambahan langsung memperkuat kapasitas yang dibutuhkan untuk integrasi jaringan pascamerger EXCL-Tri,” ujar Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi, Selasa (28/7).

Pada pita 700 MHz, XLSmart memimpin dengan perolehan 30 MHz senilai Rp 1,06 triliun.

Sementara itu, Telkomsel dan Indosat masing-masing mengamankan 20 MHz pada pita yang sama.

Untuk pita 2,6 GHz, Telkomsel mendominasi dengan alokasi 80 MHz, diikuti Indosat dengan 60 MHz, dan XLSmart dengan 50 MHz.

Secara keseluruhan, total spektrum seluler nasional kini meningkat menjadi 712 MHz dari sebelumnya 452 MHz.

Komposisi penguasaan spektrum pascalelang menunjukkan Telkomsel memegang 265 MHz (37,2%), XLSmart 232 MHz (32,6%), dan Indosat 215 MHz (30,2%).

Kondisi baru ini mempersempit kesenjangan penguasaan spektrum antara operator-operator tersebut.

Wafi menambahkan bahwa ini merupakan kali pertama distribusi frekuensi nasional berada pada tingkat yang sangat kompetitif.

Equity Research Analyst Sukarno Alatas memproyeksikan pergeseran pola persaingan industri dari perang tarif menuju adu kualitas jaringan.

“Maka, ruang diferensiasi akan lebih ditentukan oleh kualitas jaringan, efisiensi belanja modal dan kemampuan operator memonetisasi trafik data,” kata Sukarno.

Bagi Indosat, tambahan kapasitas ini dinilai mampu meningkatkan daya saing untuk layanan data berkecepatan tinggi serta memperluas layanan 5G.

Di sisi lain, Telkomsel tetap mempertahankan posisi pemimpin pasar meskipun keunggulan penguasaan spektrumnya tidak lagi dominan seperti di masa lampau.

Para pakar sepakat bahwa tambahan spektrum tidak secara otomatis menciptakan permintaan layanan baru dari pelanggan.

Spektrum berfungsi sebagai instrumen peningkatan kapasitas dan kualitas guna menekan angka perpindahan pelanggan atau churn.

Sukarno menegaskan bahwa dampak finansial dari lelang ini tidak akan dirasakan secara instan oleh para operator.

Peningkatan kinerja keuangan akan terlihat secara bertahap seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur jaringan dan monetisasi trafik data.

Strategi monetisasi ke depan akan sangat bergantung pada adopsi layanan digital oleh masyarakat serta pelaku usaha.

Secara jangka menengah, efisiensi operasional dan potensi kenaikan average revenue per user (ARPU) menjadi indikator utama yang akan dipantau oleh para pelaku pasar.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar