Mardiono Minta Maaf, Kader PPP Beri Respons Positif di Muktamar

persen

Jakarta – Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono, secara gamblang mengakui konflik internal sebagai musuh utama yang menggagalkan partai berlambang Ka’bah itu melaju ke Senayan pada Pemilihan Umum 2024. Di hadapan para kader dalam Muktamar X PPP di Jakarta, Sabtu, 27 September 2025, Mardiono menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan historis tersebut.

Mardiono menyebut kegagalan PPP menembus ambang batas parlemen merupakan pukulan berat, bukan hanya bagi partai tetapi juga bagi umat Islam yang menaruh harapan. Hasil pemilu itu menandai kali pertama PPP gagal lolos ke parlemen sejak berdiri pada tahun 1973.

Kegagalan ini, menurut Mardiono, tidak semata-mata berasal dari faktor eksternal. “Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan kepada seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan di seluruh Indonesia, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Mardiono saat berpidato di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara.

Ia menegaskan, konflik internal adalah musuh utama bagi PPP. Mardiono mengingatkan bahwa perpecahan hanya akan mendatangkan kekalahan bersama, tanpa ada pihak yang diuntungkan dari perseteruan.

Oleh karena itu, Mardiono meminta seluruh kader untuk mengakhiri perpecahan dan menghentikan warisan konflik. Ia mengajak peserta muktamar menyongsong masa depan partai tanpa pertikaian, sebab tanpa persatuan, mustahil PPP akan bangkit kembali.

PPP, salah satu partai tertua di Indonesia, kini berstatus partai nonparlemen. Partai ini hanya meraih 5.878.777 suara atau 3,87 persen dari total suara nasional pada Pemilu 2024, angka yang tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Rekomendasi