Airmav Kerahkan Ribuan Personel, Penerbangan Melonjak Saat Nataru!

persen

Bandung – AirNav Indonesia memperketat kesiapan operasionalnya dalam menghadapi lonjakan pergerakan penerbangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Dengan proyeksi kenaikan hingga 3,5 persen dibandingkan periode sebelumnya, perusahaan navigasi penerbangan ini mengerahkan ribuan personel dan sistem canggih untuk menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas udara di seluruh Indonesia.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, menegaskan bahwa total 3.840 personel telah disiapkan untuk siaga penuh.

Rinciannya meliputi 1.700 Air Traffic Controllers (ATC), 1.000 petugas Air Traffic Service Engineers, 160 petugas Aeronautical Information Service Officers, dan 490 petugas Air Communication Officers.

“AirNav bersiaga penuh memastikan setiap pesawat lepas landas dan mendarat dengan selamat,” ujar Setio dalam konferensi pers di Bandung pada Rabu, 12 November 2025.

Menurut Setio, periode Nataru bukan hanya puncak kepadatan, melainkan momen untuk menunjukkan komitmen AirNav menjaga langit Indonesia tetap aman dan efisien.

Selain personel, AirNav juga menyiapkan lebih dari 2.400 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, ATC System, dan jaringan komunikasi penerbangan.

AirNav juga telah menyiapkan prosedur navigasi penerbangan, prosedur kontinjensi, dan disrupsi penerbangan. Hal ini mencakup perpanjangan operating hours sesuai kebutuhan pengguna jasa tanpa biaya tambahan, pengelolaan slot yang kolaboratif, serta penyediaan informasi data penerbangan dan aeronautika yang relevan, akurat, dan tepat waktu.

AirNav memprediksi pergerakan pesawat selama Nataru 2025/2026 akan mencapai 76.972 penerbangan, atau meningkat 3,5 persen dari Nataru sebelumnya.

Puncak arus libur diperkirakan terjadi pada 19–20 Desember 2025, sementara puncak arus balik diprediksi pada 3–4 Januari 2026.

“Selama masa itu, intensitas penerbangan harian pada seluruh bandara diperkirakan mencapai 4.300 hingga mendekati 5.000 pergerakan pesawat,” tambah Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno.

Rekomendasi